Menristek Dikti Gandeng Austria Jalin Kerja Sama Riset dan Pendidikan

ASEAN European University Academic Network (ASEA-UNINET), khususnya antara universitas di Indonesia dan Autria, selama 20 tahun ini fokus pada penguatan kerjasama di bidang ilmu pengetahuan.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir mengapresiasi positif upaya yang telah dijalankan ASEA-UNINET tersebut. “Itu juga menjadi perhatian utama Kemenrisetekdikti,” jelas M. Nasir dalam siaran persnya (Senin, 23/2).

M. Nasir menekankan bahwa tujuh area yang menjadi fokus utama Austria, yaitu Jaringan Ilmu Pengetahuan & Teknologi, Seni dan Kemanusiaan, Kedokteran dan Bioteknologi, Pengembangan Kota Pintar, Keamanan Pangan, Manajemen Bahaya dan Ekonomi sesuai dengan fokus pengembangan riset kementeriannya.

Sebelumnya, Menristekdikti menerima kunjungan Duta Besar Austria untuk Indonesia, Andreas Karabaczek. Dubes Austria membawa serta rombongan perwakilan universitas di Austria, antara lain Prof. A Min Tjoa yang saat ini menjabat sebagai Direktur The Institute of Software Technology and Interactive Systems, Vienna.

Dalam pertemuan tersebut dibahas kerjasama yang telah dilakukan melalui ASEA-UNINET (ASEAN European University Academic Network), yang merupakan jaringan universitas-universitas di Eropa dan Asia Tenggara.

Tujuan ASEA-UNINET ini mempromosikan upaya-upaya internasionalisasi dunia pendidikan serta riset-riset di negara-negara Eropa dan Asia Tenggara, khususnya dalam konteks pertemuan ini Indonesia. ASEA-UNINET sendiri didirikan pada 1994 oleh perwakilan dan universitas-universitas di Austria, Indonesia, Thailand dan Vietnam. Organisasi yang awalnya dinamai Austrian-South East Asian University Network ini kini beranggotakan lebih dari 70 universitas dari 17 negara.

Prof. A Min Tjoa yang juga mantan Presiden ASEA-UNINET ini menggarisbawahi 8 universitas unggulan di Indonesia sebagai perhatian utamanya, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Udayana dan Universitas Sumatra Utara.

Dalam pertemuan tersebut juga disepakati untuk meningkatkan kerjasama beasiswa S3. Pihak Austria dan Indonesia (Dikti) akan saling berbagi dalam pembiayaannya. Detail model dan mekanisme beasiswa akan dibahas lebih lanjut. Juga akan dibangun joint-lab serta excellent centers antara universitas-universitas di Austria dan Indonesia.

Menristekdikti, M Nasir menambahkan bahwa bidang kerjasama beasiswa ini harus sesuai dengan program RPJMN yang memprioritaskan 7 area riset; Pangan dan Pertanian, Kesehatan dan Kedokteran, Energi, Transportasi, Teknologi Informasi, Material Tingkat Lanjut dan Teknologi Pertahanan.

Pencarian Terkait:

Tags: #Internasional #menristek #penelitian

Inilah Penentu Kelulusan SNMPTN 2016
Inilah Penentu Kelulusan SNMPTN 2016
Meski masih memasuki proses pendaftaran, para siswa
Praktik baik dalam Pelaksanaan MOS / OSPEK di SMPN 12 Jakarta
Praktik baik dalam Pelaksanaan MOS / OSPEK di SMPN 12 Jakarta
Senin 27 Juli 2015 Merupakan hari pertama
Pemerintah Berencana Tingkatkan Daya Tampung Sekolah
Pemerintah Berencana Tingkatkan Daya Tampung Sekolah
Pemerintah berencana meningkatkan daya tampung sekolah secara

Comments are closed.

Must read×

Top