KURIKULUM 2013, KURIKULUM MASA DEPAN

Kurikulum 2013 adalah warisan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, kala kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Sebagai barang warisan tentunya tidak aneh apabila Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang baru, Anies Baswedan, perlu melakukan pengkajian terhadap substansinya. Hingga diambilnya keputusan dadakan untuk menghentikan kurikulum 2013 digunakan oleh sekolah yang masih menerapkan selama satu semester.

Keputusan tersebut dinilai oleh Pak Nuh sebagai langkah mundur terhadap penerapan kurikulum 2013. Ia menyarankan keputusan itu untuk dikaji kembali. Tidak hanya itu, pro dan kontra lain pun berdatangan dari berbagai pihak. Terutama pihak penerbit buku kurikulum 2013 yang merasa dirugikan dengan keputusan sepihak dari Menteri baru tersebut. Fraksi X DPR pun mengritik keputusan labil tersebut, menurutnya penghentian kurikulum 2013 dapat menurunkan anggaran negara.

Pada dasarnya, kurikulum 2013 adalah perbaikan dari kurikulum KTSP. Kurikulum 2013 diluncurkan secara resmi tanggal 15 Juli 2013. Sedangkan implementasinya telah diterapkan pada tahun pelajaran 2013/2014 di sekolah tertentu dengan jumlah terbatas. Kemudian baru diterapkan secara missal tahun ajaran 2014/2015. Pada tahun sebelumnya, kurikulum di Indonesia menggunakan sistem KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang mulai diberlakukan tahun ajaran 2007/2008.

Keduanya memiliki perbedaan mendasar. Dalam KTSP kegiatan pengembangan silabus merupakan kewenangan satuan pendidikan, namun dalam Kurikulum 2013 kegiatan pengembangan silabus beralih menjadi kewenangan pemerintah, kecuali untuk mata pelajaran tertentu yang secara khusus dikembangkan di satuan pendidikan yang bersangkutan. Namun, selain adanya perbedaan tersebut juga terdapat persamaan di antara keduanya. Kesamaan tersebut terletak pada pendekatan pembelajaran yang digunakan. Pada Kurikulum 2013 digunakan pendekatan ilmiah (scientific approach) yang berpusat pada siswa. Siswa mencari pengetahuan bukan menerima pengetahuan. Pendekatan ini mempunyai esensi yang sama dengan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP). Apabila diperhatikan, masalah pada Kurikulum 2013 atau pun kurikulum yang sebelumnya bukan terletak pada substansi tetapi pada tukang (guru) yang menerapkan kurikulum tersebut di dalam kelas. Penerapan yang salah juga akan memengaruhi hasil penerapan kurikulum yang salah di kelas.

Namun, apabila dicermati lebih mendalam. Terdapat sejumlah perbedaan yang bila dicermati kembali menunjukkan keunggulan dari kurikulum 2013. Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut.

No Kurikulum 2013 KTSP
1 SKL (Standar Kompetensi Lulusan) ditentukan terlebih dahulu melalui Permendikbud No 54 Tahun 2013. Setelah itu baru ditentukan standar isi yang berbentuk kerangka dasar kurikulum. Standar Isi ditentukan terlebih dahulu melaui Permendiknas No 22 Tahun 2006. Setelah itu ditentukan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) melalui Permendiknas No 23 Tahun 2006
2 Aspek kompetensi lulusan ada keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan lebih menekankan pada aspek pengetahuan
3 di jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-VI di jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-III
4 Jumlah jam pelajaran per minggu lebih banyak dan jumlah mata pelajaran lebih sedikit dibanding KTSP Jumlah jam pelajaran lebih sedikit dan jumlah mata pelajaran lebih banyak dibanding Kurikulum 2013
5 Proses pembelajaran setiap tema di jenjang SD dan semua mata pelajaran di jenjang SMP/SMA/SMK dilakukan dengan pendekatan ilmiah (saintific approach), yaitu standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta. Standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi
6 TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) bukan sebagai mata pelajaran, melainkan sebagai media pembelajaran TIK sebagai mata pelajaran
7 Standar penilaian menggunakan penilaian otentik, yaitu mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil. Penilaiannya lebih dominan pada aspek pengetahuan
8 Pramuka menjadi ekstrakuler wajib Pramuka bukan ekstrakurikuler wajib
9 Pemintan (Penjurusan) mulai kelas X untuk jenjang SMA/MA Penjurusan mulai kelas XI
10 BK lebih menekankan mengembangkan potensi siswa BK lebih pada menyelesaikan masalah siswa

 

Pencarian Terkait:

Tags: #Anies Baswedan #Kurikulum 2013 #M. Nuh

8 Saran Asing Yang Berguna Buat Mahasiswa
8 Saran Asing Yang Berguna Buat Mahasiswa
Masa-masa kuliah sering jadi momen yang sulit dilupakan
Belajar Finansial sejak Dini
Belajar Finansial sejak Dini
Seberapa muda seseorang mesti mulai memahami seluk
Sinopsis : English Vinglish
Sinopsis : English Vinglish
English Vinglish adalah sebuah film yang unik
Jangan Hanya Bertumpu pada Pendidikan Formal
Jangan Hanya Bertumpu pada Pendidikan Formal
Jutaan anak usia sekolah yang belum bersekolah

Leave a reply "KURIKULUM 2013, KURIKULUM MASA DEPAN"

Must read×

Top