Kesalahan yang Menghambat Keberhasilan Peserta SBMPTN

Namanya juga ujian masuk perguruan tinggi negeri (PTN), pasti tingkat kesulitannya berbeda dengan ujian biasa dan bergantung pada tiap program yang dipilih (antara IPA atau IPS). Sebab, ujian ini dimaksudkan untuk mengukur dan memperkirakan kemampuan kita ketika menempuh studi di perguruan tinggi.

Pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), peserta harus menghadapi dua jenis ujian, yaitu ujian tertulis dan ujian keterampilan. Ujian tertulis meliputi Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA) dan Tes Kemampuan Dasar (TKD) untuk bidang Sains dan Teknologi (Saintek) dan Sosio Humaniora (Soshum). Secara rinci, TKD Saintek mengujikan mata pelajaran Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika. Sedangkan TKD Soshum menyajikan soal-soal Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi. Sementara itu, Ujian Keterampilan wajib diikuti semua peminat Program Studi bidang Ilmu Seni dan Keolahragaan. Ujian ini dihelat di PTN terdekat yang memiliki program studi yang sesuai dengan pilihan peserta.

Dalam pelaksanaan ujian SBMPTN, peserta sering melakukan kesalahan-kesalahan umum yang menyebabkan peserta tersebut gagal atau tidak lolos dalam SBMPTN yang diikuti. Agar kesalahan-kesalahan tersebut tidak terulang kembali pada tes SBMPTN pada tahun mendatang, maka perlu disimak dan dipelajari dengan seksama kesalahan yang ada.

Pertama, pemilihan program studi (prodi). Pemilihan prodi sangat erat hubungannya dengan penjurusan yang diambil saat duduk di kelas 11 SMA (yang sekarang dimulai sejak kelas X SMA pada kurikulum 2013). Jadi, ketika memutuskan memilih satu jurusan di SMA, sebaiknya sudah mengetahui akan memilih prodi tertentu di perkuliahan nantinya. Jika ingin berkuliah di prodi kelompok IPA, pilihlah jurusan IPA saat di SMA. Begitu pula dengan jurusan IPS dan bahasa. Hal lain yang perlu diperhatikan tentang pemilihan prodi pada SBMPTN adalah mengetahui peminat dan passing grade tiap-tiap prodi yang tidak sama satu dengan lainnya.

Kedua, pengisian identitas. Identitas pada formulir pendaftaraan SBMPTN harus sama dengan lembar jawaban ujian. Apabila tidak sama maka server tidak akan memberikan hasil ujian. Dan ini termasuk kegagalan peserta jenis administrasi.

Ketiga, tidak menguasai soal ujian. Kuncinya adalah peserta SBMPTN harus rajin berlatih mengerjakan soal-soal tes masuk PTN tahun-tahun sebelumnya. Tujuannya, untuk membiasakan  diri dengan bentuk soal yang ada dan menghindari kesalahan pengisian, termasuk penggunaan jenis pensil dan teknik penghitaman yang benar.

Keempat, pilihan prodi kedua. Perlu diingat, pilihan prodi kedua adalah sebuah alternatif yang benar-benar harus dipersiapkan, dan bukan pilihan yang asal tulis.

Sumber: infosbmptn.com

Pencarian Terkait:

Tags: #SBMPTN 2015 #Tips lolos SBMPTN

Kata Kata Bahagia ini Pasti Membuatmu Tersenyum Kembali
Kata Kata Bahagia ini Pasti Membuatmu Tersenyum Kembali
Salah satu perasaan yang paling dicari orang
Olimpiade TI BITS 2015 : First Step To Change The World
Olimpiade TI BITS 2015 : First Step To Change The World
Dengan bangga kami mempersembahkan Olimpiade TI BITS! Sebuah
Wolfram Alpha : Aplikasi Penjawab Tugas Sekolah (PR)
Wolfram Alpha : Aplikasi Penjawab Tugas Sekolah (PR)
Tugas sekolah atau pekerjaan rumah bagi seorang

Comments are closed.

Must read×

Top