Contoh Rumusan Masalah Dalam Penelitian

Menyusun penelitian apapun jenisnya selalu diawali dengan penulisan rumusan masalah. Dalam penulisannya, rumusan masalah ditulis berupa kalimat tanya, diawali dengan kata tanya dan diakhiri dengan tanda tanya. Letak atau posisi penulisan rumusan masalah ini berada di bagian pendahuluan setelah latar belakang masalah. Rumusan masalah yang ditulis tersebut berasal dari permasalahan atau gejala alam yang muncul di lingkungan sekitar. Perumusan masalah ini berguna untuk membatasi objek penelitian yang akan dilakukan nantinya. Membuat contoh rumusan masalah sebenarnya tidak terlalu sulit asalkan tahu trik dan dasar penulisannya.

mencari jawaban

Dalam menyusun dan menuliskan rumusan masalah baik untuk penelitian, eksperimen maupun makalah, perlu sekali memperhatikan hubungan antar variabel, minimal terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Masalah yang akan diteliti tersebut harus dirumuskan secara jelas dan lengkap agar dapat dicari jalan penyelesaian atau solusi dengan tepat. Perlu dihindari penulisan rumusan masalah yang tidak jelas dan tidak ada jawaban analisanya.rumusan masalah biasanya dibuat dengan membuat pertanyaan dari hal-hal yang diteliti, dengan disertai beberapa kata tanya seperti apakah, bagaimana, mengapa dan lainnya.

hubungan rumusan masalah

Dalam membuat contoh rumusan masalah yang baik dan benar hendaknya memperhatikan beberapa ketentuan dasar, yaitu objektif, menunjukkan dimensi tempat dan waktu, menunjukkan dimensi subjek yang spesifik, mempunyai keunikan / spesifikasi. Sedangkan untuk rumusan permasalahan yang baik memiliki beberapa persyaratan, beberapa yang penting di ataranya adalah menggunakan kalimat tanya, menyatakan dua variabel atau lebih, variabel yang dinyatakan tersebut harus dapat diukur, serta rumusan masalah hendaknya dinyatakan secara gamblang, singkat dan jelas.

Fungsi rumusan masalah

Dalam suatu penelitian, eksperimen maupun penulisan makalah, selalu disertai dengan rumusan masalah, karena memiliki beberapa fungsi. Di antaranya yaitu berfungsi sebagai pendorong suatu kegiatan penelitian atau sebagai penyebab kegiatan penelitian tersebut ada dan patut dilaksanakan. Fungsi berikutnya adalah sebagai pedoman, penentu arah atau fokus dalam kegiatan penelitian, yang bisa dikembangkan pula saat penelitian benar-benar dilaksanakan.

penelitian

Fungsi penentu jenis data yang nantinya akan dikumpulkan dalam penelitian. Dengan adanya rumusan masalah, peneliti menjadi tahu data-data apa saja yang cukup relevan untuk menjawab rumusan masalah yang ditentukannya. Dalam suatu penelitian, selalu menggunakan sampel dan populasi. Dengan adanya rumusan masalah, fungsinya akan mempermudah dalam memnetukan sampel dan populasi yang digunakan untuk mengambil data.

Langkah – langkah dalam membuat rumusan masalah

  1. Identifikasi masalah

Dalam melakukan identifikasi masalah, yang dapat dilakukan adalah dengan menulis secara langsung masalah apa yang akan dikaji nantinya. Dalam melakukan identifikasi masalah terdapat dua pendekatan, yaitu konsekuensi determinan dan mengembangkan logika penulis. Pendekatan konsekuensi determinan diartikan sebagai pendekatan dari determinan akan menimbulkan masalah, dan atas masalah tersebut terdapat konsekuensi.

Determinan-determinan yang menimbulkan masalah bisa dicari secara deduktif, yaitu dari jurnal, teks, hasil seminar, atau hasil penelitian. Sedangkan untuk pendekatan dengan mengembangkan logika penulis dapat diartikan sebagai pendekatan yang berupa permasalahan teoritis yang timbul setelah membaca atau mengamati benda atau peristiwa.

2. Merumuskan masalah

Penulisan rumusan masalah yang diangkat dalam satu penelitian atau eksperimen bisa hanya terdiri satu masalah spesifik saja, bisa dua masalah, bahkan lebih dari itu. Dalam hal perumusan masalah, peneliti melihat dari sudut pandang pemikirannya yang diamati dari gejala-gelaja sekitar yang mengusik pola pikir, sehingga ada keinginan untuk diangkat sebagai permasalahan penelitian.

Kriteria masalah dalam penelitian yang baik hendaknya memenuhi beberapa hal, yakni mempunyai kontribusi teoritis dan praktis. Maskudnya hasil penelitian dari dasar rumusan masalah tersebut nantinya memberikan kontribusi atau andil yang jelas, baik di bidang profesi atau keilmuan tertentu.

Kriteria berikutnya adalah memiliki derajat keunikan dan keaslian. Namun terkadang pengulangan penelitian perlu juga dilakukan untuk memperdalam atau memperluas hasil penelitian yang sudah ada pada objek yang berbeda dan menghasilkan data dengan tingkat validitas yang tinggi.

Jika hal ini dilakukan oleh peneliti atau penulis, maka penelitian yang dilakukannya masih tergolong dianggap asli. Kriteria rumusan masalah juga hendaknya layak diteliti permasalahannya, karena pelaksanaan penelitian atau eksperimen pastinya memerlukan waktu, biaya, tenaga, sarana dan prasarana. Suatu penelitian dianggap tidak layak untuk diteliti jika data yang dibutuhkan tidak cukup tersedia.

Bentuk-bentuk rumusan masalah

bagan rumusan masalah

Bentuk-bentuk masalah yang tertulis dalam rumusan masalah, terdiri dari:

  1. Rumusan masalah deskriptif

Rumusan masalah deskriptif adalah rumusan masalah yang berhubungan dengan pertanyaan terhadap keberadaan satu variabel atau lebih secara mandiri, tanpa membuat perbandingan variabel tersebut pada sampel lain dan mencari hubungan variabel itu dengan variabel yang lain. Rumusan masalah bentuk ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan masalah yang terjadi di dalam penelitian dengan solusi atau jawabannya.

  1. Rumusan masalah komparatif

Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah dalam penelitian yang membandingkan keberadaan suatu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda. Biasanya penulisan rumusan masalah ini berkaitan dengan perbandingan atau perbedaan antara dua sampel yang dikenai variabel-varibel yang berbeda.

  1. Rumusan masalah asosiatif

Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah dalam penelitian yang bertujuan untuk menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih pada suatu sampel penelitian.

Ada 3 bentuk hubungan dalam merumuskan masalah secara asosiatif, yaitu:

  1. Hubungan simetris

Merupakan rumusan masalah yang menunjukkan suatu hubungan antar variabel yang muncul secara bersamaan.

  1. Hubungan kausal

Merupakan rumusan masalah yang menggambarkan hubungan yang bersifat sebab akibat, dengan adanya variabel independent dan variabel dependent.

  1. Hubungan interaktif / timbal baik / resiprocal

Merupakan rumusan masalah yang menyatakan hubungan yang saling mempengaruhi, tanpa diketahui mana variabel independent dan variabel dependentnya.

Contoh rumusan masalah

rumusan masalah

  1. Rumusan masalah deskriptif
  • Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri berbadan hukum di Indonesia?
  • Bagaimanakah tingkat nyeri pada pasien dengan fraktur femur yang dirawat di rumah sakit A?
  1. Rumusan masalah komparatif
  • Bagaimana perbedaan prestasi belajar antara siswa yang belajar di sekolah negeri dan sekolah swasta ?
  • Apakah ada perbedaan kedisiplinan dan kemampuan kerja antara pegawai negeri dan karyawan swasta?
  1. Rumusan masalah asosiatif simetris
  • Adakah hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat dalam tindakan keperawatan pada pasien yang dirawat di rumah sakit swasta?
  • Bagaimana hubungan antara pengetahuan petani dan pupuk yang digunakan dalam bertanam jagung?
  1. Rumusan masalah asosiatif kausal
  • Bagaimana pengaruh dari sistem penggajian dengan prestasi kerja?
  • Adakah pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak ?
  1. Rumusan masalah asosiatif interaktif
  • Adakah hubungan antara motivasi dan prestasi kerja perawat yang bekerja di rumah sakit milik negara?
  • Bagaimana hubungan antara kekayaan seseorang dan tingkat intelektulitas yang dimilikinya?

variabel

Dengan mengetahui cara dan contoh penulisan rumusan masalah yang benar akan membantu dalam melakukan penulisan karya tulis baik berupa penelitian, eksperimen, makalah, atau bentuk tulisan-tulisan ilmiah yang lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat, Like dan Share sehingga bisa lebih bermanfaat bagi teman teman anda ! Sampai jumpa di artikel bangkudepan lainnya!

Pencarian Terkait:

Tags: #makalah #paper #penelitian #skripsi #tugas akhir

No related post!

Comments are closed.

Must read×

Top