Pengertian, Tips n Trik dan Contoh Paragraf Narasi

Pada artikel ini, bangkudepan akan membahasa tuntas tentang paragraf narasi. Selain pengertian, pembaca sekalian akan disuguhkan dengan berbagai tips dan trik serta contoh paragraf narasi.

Pengertian Paragraf /  Teks Narasi

Dalam bahasa Indonesia, membuat sebuah karangan bukanlah hal yang mudah. Pengarang harus mengetahui jenis karangan yang akan dibuat.

Salah satu jenis karangan adalah paragraf narasi. Jenis paragraf ini banyak digunakan dalam berbagai bentuk. Paragraf narasi banyak ditemukan pada media cetak maupun elektronik, di buku, koran , majalah maupun media digital.

Secara sederhana, pengertian paragraf narasi adalah paragraf yang digunakan untuk menceritakan sesuatu, bisa peristiwa atau kejadian tertentu. Tujuan utama dari paragraf narasi adalah untuk menceritakan kejadian sehingga pembaca merasa juga mengalami kejadian yang sedang diceritakan.

Ciri Ciri Paragraf Narasi

Paragraf narasi tentunya memiliki ciri ciri yang berbeda dengan paragraf lainnya. Berikut ini ciri ciri paragraf narasi

  1. Berisi sebuah cerita atau peristiwa /  kejadian tertentu
  2. Diceritakan dengan urutan waktu yang jelas (Awal hingga akhir)
  3. Terdapat sebuah peristiwa atau konflik di dalam cerita yang dituliskan
  4. Terdapat unsur – unsur berupa latar, tema , karakter dan lain sebagainya

Tips dan Trik Menulis Paragraf Narasi

Tidak semua orang pandai menulis narasi, bangkudepan akan memberikan tips dan trik khusus  berikut ini.

  • Mencari Ide

    Ide merupakan hal pertama yang harus kamu cari, percayalah bahwa ide itu bisa ditemukan dimana saja, di jalan, di taman , di kantor dan lain sebagainya. Dalami masing – masing ide yang telah kamu dapatkan dan pilih ide yang menurutmu paling cemerlang.

  • Buat Poin Poin Penting

    Langkah kedua adalah dengan membuat poin poin pentingnya atau kalo dalam istilah standup comedy biasa dikenal dengan nama punchline. Dipoin tersebut diharapkan paragraf narasi dapat menarik minat pembaca.

  • Pengaturan Tulisan

    Rencanakan berapa banyak paragraf atau kata dalam karangan kamu. Aturlah spasi agar paragaraf narasi menjadi terlihat rapi.

  • Buat Pendahuluan yang menarik

    Pendahuluan dalam sebuah paragraf narasi adalah hal yang sangat penting, jika menarik maka pembaca akan meneruskan bacaanya sampai habis. Tipsnya adalah berikan cerita lucu atau cerita yang emosional.

  • Buat alur yang baik

    Bagian isi adalah bagian utama dari sebuah karangan, buat isi agar tetap menarik dengan memberikan alur menanjak menuju klimaks. Dan pada penutupnya, kamu dapat menggiringnya pada sebuah akhir yang manarik, berkesan, lucu, bahagia atau sedih.

  • Pemilihan kata

    Pemilihan kata menggunakan diksi adalah salah satu opsi yang baik, namun jika tidak pandai berdiksi biarkan tulisanmu mengalir apa adanya. Lakukan revisi ketika selesai menulis, pada saat itu kamu dapat menambahkan kata atau mengurangi kata agar tulisan menjadi menarik.

Contoh Paragraf Narasi

Setelah mengerti tentang apa itu paragraf narasi, ciri ciri dan juga tips membuatnya, bangkudepan akan memberikan beberapa contoh paragraf narasi yang diambil dari berbagai sumber. Check this out !

contoh-paragraf-narasi

 

Perang Surabaya

Pada tanggal 10 November meletuslah sebuah perlawanan rakyat di Surabaya untuk mengusir Belanda dan para sekutunya dari tanah air. Perang ini berawal dari kemarahan tentara inggris akibat dari terbunuhnya pimpinan mereka, Brigadir Jenderal Mallaby. Akibat tewasnya pimpinan mereka pihak Inggris dan sekutunya memberikan sebuah ultimatum kepada seluruh pejuang yang da di Surabaya waktu itu untuk menyerah.

Bukannya menyerah, ultimatum tersebut malah dianggap sebuah penghinaan oleh para pejuang dan rakyat. Mereka membentuk sebuah milisi-milisi perjuangan untuk menghadapi piahk Inggris yang mengancam untuk menyerang.

Mengetahui utimatumnya ditolak, pihak Inggris dan sekutunya marah besar, kemudian pada 10 November pagi mereka melancarkan serangan besar-besaran melalui laut, darat dan udara dengan mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank dan kapal perang. Kota Surabaya diserang habis-habisan oleh pihak sekutu. Mereka mengebom gedung-gedung pemerintahan dan membunuh para pejuang. Kejadian waktu itu sangatlah mengerikan, pembunuhan terjadi di mana-mana dan membuat para pejuang terdesak.

Namun, diluar dugaan rencana mereka untuk menaklukan kota Surabaya dalam 3 hari gagal. Seluruh pejuang dan rakyat Surabaya turun ke jalan untuk melakukan perlawanan. Semangat juang para pahlawan waktu itu muncul berkat seorang pemuda yang bernama Bung Tomo, dia dengan gagah berani memekikan pidato untuk membakar seluruh semangat para pejuang.

Pertempuran Surabaya berlangsung sekitar 3 minggu dan dimenangkan oleh pihak sekutu. Meskipun kota Surabaya jatuh ketangan sekutu, perlawanan rakyat Surabya waktu itu membangkitkan semangat juang seluruh rakyat Indonesia.

Pertarungan di Pagi Buta

Kala itu mentari belum bangun dari peraduannya, ayam-ayam jago pun belum melakukan tugasnya. Namun, Pak Raden telah keluar dari rumahnya. Kulitnya yang keriput dan tipis seolah-olah tidak mempan oleh hembusan angin yang sedari tadi berusaha untuk membekukannya. Tangannya yang kekar memikul sebuah pancul di tangan kanannya sedangkan di tangan kirinya memegang sebuah bingkisan besar.

Pada saat Pak Raden melangkahkan kakinya menuju sawahnya, langkahnya terhenti oleh tangisan anak bayi yang memecah keheningan pagi itu. Dengan sangat ketakutan Pak Raden mencari sumber datangnya suara itu. Betapa terkejutnya Pak Raden melihat seorang bayi yang mungil tergeletak di bawah pohon beringin besar itu. “Bayi siapa ini? Haruskah aku membawanya?” Pak Raden bimbang.

Ketika dia ingin mengangkat bayi itu, tiba-tiba seekor harimau yang cukup besar menyerangnya, tetapi dengan sigap Pak Raden mengelak terkaman harimau itu. Ternyata suara tangis bayi itu, turut memancing seekor harimau. Tampaknya harimau tersebut sedang kalaparan dia memandangi bayi yang tergeletak tersebut dengan tatapan yang mengerikan.

Melihat harimau tersebut pak Raden menggunakan cangkulnya untuk menjauhkan harimau itu. Tetapi harimau itu melawan, dia berbalik dan menyerang Pak Raden. Terkaman harimau itu berhasil melukai Pak Raden. Dia jatuh di tanah dan terdesak, saat harimau tersebut hendak menerkamnya kembali, Pak Raden mengambil cangkul yang berada di sampingnya dan mengarahkan kepada hariamu itu. Lalu tembuslah cangkul itu di perut harimau, kemudian harimau itu pun mati.

Setelah berhasil membunuh harimau itu, Pak Raden mengangkat bayi itu dan membawanya pulang bersamanya untuk diurus dan diangkat menjadi anaknya.

Apa yang Ditanam Itu yang Dituai

Hari itu langit sangat terik, Namun Budi tetap menarik gerobaknya. Dia susuri lorong-lorong pasar itu dengan harap ada yang membeli getuk buatan ibunya. Hari itu Budi sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ayahnya.

Sejak pagi tadi Budi mengelilingi pasar itu, tetapi tak ada seorang pun yang membeli bahkan hanya untuk menawarnya pun tidak ada. Budi hampir putus asa, pikiran-pikiran jahat pun mulai masuk ke otaknya. Namun, Budi teringat kata-kata ibunya bahwa berbuat baik dan berdoalah agar mendapat berkah dari Allah. Lalu Budi menepis semua pikiran itu dan berdoa kepada Allah agar dia bisa mendapatkan uang untuk mengobati ayahnya.

Lalu Budi melanjutkan perjalananya. Pada saat Budi melewati kios-kios toko Budi melihat seorang pria yang sedang mengikuti seorang wanita tua. “Pasti orang itu akan berbuat yang tidak-tidak!” pikir Budi dan benar saja seketika pria itu merampas tas wanita itu. Wanita itu menjerit, dengan cepat kilat Budi menjegal pencuri itu hingga terjatuh. Tas itu pun terjatuh bersama si pencuri, lalu pencuri tersebut melarikan diri. Budi mengambil tas itu dan memberikannya kepada wanita itu.

“Terimakasih nak, untung ada dirimu,” kata wanita itu memuji Budi. “iya, lain kali hati-hati ya bu!” jawab Budi sambil meninggalkan wanita itu. “Hey nak tunggu, ini ada sesuatu untukmu,” kata wanita itu. “tidak usah buk, aku tadi hanya kebetulan lewat,” jawab Budi. Wanita itu merasa heran dengan kebaikan Budi, lalu tanpa sengaja dia melihat gerobak getuk Budi dan berkata “Baiklah kalau kamu tidak maenginginkan uang ini, biarakan saya membeli semua getukmu”. Mendengar suara itu Budi menjadi senang dan haru akhirnya dia bisa mendapatkan uang dan membelikan obat untuk ayahnya. “Terimakasih bu!” jawab Budi kepada Wanita itu.

Itulah 3 contoh paragraf narasi dengan berbagai gaya penulisan yang berbeda. Kamu juga bisa belajar tentang paragraf deskripsi dan contohnya di bangkudepan.com.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk pembaca setia bangkudepan.com Jangan lupa Like dan Share jika sekiranya artikel ini dapat bermanfaat untuk kamu dan teman teman kamu. Sampai jumpa ! Ciao !

Pencarian Terkait:

Tags: #narasi #paragraf

Contoh Paragraf Induktif
Contoh Paragraf Induktif
Dalam mempelajari bahasa indonesia, salah satu pembelejaran
5 Puisi Bahasa Inggris Terbaik
5 Puisi Bahasa Inggris Terbaik
Salah satu karya sastra yang sering kita
Inilah Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif
Inilah Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif
Kembali ke kategori sastra, kali ini kita
Pengertian dan Contoh Paragraf Argumentasi
Pengertian dan Contoh Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari,
  1. Paragraf Deduktif - Bangkudepan.com9 months ago

    […] paragraf. Bangkudepan telah menerbitkan beberapa artikel tentang berbagai jenis paragraf seperti paragraf narasi, eksposisi , argumentasi dan lain sebagainya.Untuk pembaca setia bangkudepan, kita akan membahas […]

Must read×

Top