100 Contoh Pantun Karmina Terpopuler

Pada artikel sebelumnya bangkudepan telah memberikan berbagai contoh cerpen yang dapat berguna sebagai referensi teman teman sekalian.

Pada artikel ini bangkudepan akan membahasa sebuah karya sastra yang lain yaitu pantun. Karena pantun memiliki berbagai macam jenis makan pertama kali bangkudepan akan membahas tentang salah satu jenis pantun yaitu pantun karmina.Pantun karmina merupakan salah satu karya klasik yang telah ada sejak abad ke 16. Walaupun masuk karya klasik, isi pantun ini bisa disesuaikan mengikuti zaman. Pantun karmina juga biasanya disebut dengan pantun kilat karena hanya berisi 2 baris dengan saja lurus (a-a). Isi pantun karmina bermacam macam sesuai dengan tema yang diambil.

Berikut ini adalah beberapa pantun karmina dengan berbagai tema.

Dahulu ketan sekarang ketupat
Dahulu preman sekarang ustadz

Pergi ke rawa ke muara pula
Sudah tak juara tak sholat pula
Buah nangka bentuknya bulat
Sudah tua bangka belum ingat akhirat

Kelapa diparut enak rasanya
Biar perutnya gendut baik hatinya

Ikan lele beli di pasar
Persoalan sepele jangan diumbar

Parfum dicium harum baunya
Baca Al-Quran paham maknanya

Tiada umat sepandai Nabi
Turutlah ilmu sebelum mati

Siapkanlah bekal menjelang wafat
Dengan sebarkan ilmu yang bermanfaat

Kiri kanan berbatang sepat
Perut kenyang ajaran dapat

Limau purut di tepi rawa
Sakit perut sebab tertawa

Dahulu parang,sekarang besi
Dahulu sayang,sekarang benci

Sudah garahu cendana pula
Sudah tahu bertanya pula.

Jalan – jalan ke trotoar,
Walau kampungan tapi pintar.

Burung elang burung kutilang
Aku pulang membawa uang

Tas hitam di atas meja
Saya cakep siapa yang punya

Candi mendut rusak jalannya
Orang gendut banyak makannya

Situ bagendit jangan dicaci
Kakek genit digoda banci

Ikan kakap makan kepompong
Banyak cakap suka bohong

9Di rumpun bambu ada buaya
Kalau tak tahu hendaklah tanya

Air panas di dalam panci
Kurang pantas memuji diri

Gendang gendut tali kecapi
Kenyang perut senang hati

Pinggan tak retak, nasi tak dingin
Tuan tak hendak ,kami tak ingin

Kayu lurus dalam gudang
Kerbau kurus banyak tulang

Ayam jago terbang ke awan
Ayo kita menjadi kawan

Ikan sembilang di balik batu
Sudah dibilang jangan mengganggu

Sudah gaharu cendana pula
sudah tahu bertanya pula

kura-kura dalam perahu
pura-pura tidak tahu

gelatik di pohon jati
cantik itu yang baik hati

gelatik mematuk ubi
cantik itu yang berbudi

gelatik dalam rumah
cantik itu yang ramah

gelatik hinggap di salak
cantik itu karena akhlak

gelatik mematuk polong
cantik itu suka menolong

gelatik burung kicauan
cantik itu karna beriman

gelatik di pohon lada
cantik itu berlapang dada

gelatik terbang ke awan
cantik itu karena dermawan

gelatik main di batu
cantik itu kalau membantu

ada jelaga di kereta
mata terjaga hati tertata

buahnya ranum kulitnya luka
bibir tersenyum banyak yang suka

tari saman indah gerakannya
tanda iman lapang dadanya

indah delman sunda kelapa
tanda iman berbakti ke ibu bapak

indah taman makan tajin
tanda iman kerjanya rajin

indahnya taman waktu temaram
tanda iman hidupnya tentram

indahnya taman di malangbong
tanda iman orangnya tak sombong

indahnya taman di kedah
tanda iman, orangnya merendah

indahnya taman tumbuh jati
tanda iman, tepati janji

indahnya taman di Lima Kelok
tanda iman, perangainya elok

indahnya taman di Bengkalis
tanda iman, mukanya manis

indahnya taman, duduk di papan
tanda iman, lakunya sopan

indahnya taman alangkah sejuknya
yang beriman ada akidahnya

mintalah obat pada kerabat
ikutlah nasehat agar selamat

ikan toman dalam sulaman
ikuti pedoman agar hidupmu aman

perahu layang tenggelam karam
dengan sembahyang hatimu tentram

Buah kueni dimakan hewan
Dunia ini bukan tujuan

Talang Betutu tempatnya padi
Akhirat itu negeri abadi

Bunga ditata di atas meja
Hidup kita sementara saja

Gabah itu bahan makanan
Ibadah itu menyejukan

Obor itu untuk dinyalakan
Sabar itu tak terkalahkan

Panah adalah senjata mati
Qonaah adalah kekayaan sejati

Di ayunan meminum suji
keberanian adalah akhlak terpuji

Gula merah lagi diparut
nafsu amarah jangan diturut

Kue apem di tangan penari
Hati adem wajahnya berseri

Ayun-ayunan sambil makan
Lantunan Quran menakjubkan

Sudah jelatik tupai pula
Sudah cantik pandai pula

Ke siantar dengan teruna
Sudah pintar parasnya arjuna

Naik sampan ke sebatik
Sudah tampan orangnya simpatik

Ujung bendul, dalam semak.
Kerbau mandul, banyak lemak.

Sudah gaharu cendana pula
Sudah tahu masih bertanya pula

Dahulu parang sekarang besi.
Dahulu sayang sekarang benci.

Dahulu sedan sekarang mercy.
Dahulu teman sekarang istri.

Ada tempayan gede tutupnya.
Anak perawan gede kentutnya.
Iklan sembilang di balik batu.
Sudah dibilang jangan mengganggu.

Sirsak sirsak nangka belanda.
Pikiran rusak digoda janda.

Candi Mendut rusak jalannya.
Orang gendut banyak makannya.

Siti Bagendit jangan dicaci.
Kakek genit digoda banci.

Gendang gendut tali kecapi
Kenyang perut senang hati
Kayu Lurus dalam ladang
Kerbau kurus banyak tulang

Pinggan tak retak, nasi tak dingin
Tuan tak hendak, kami tak ingin

Sikap senohong gelama ikan berduri
Biasa berbohong lama-lama mencuri

Kata dulang paku serpih
Kata orang ia yang lebih

Lain dulang lain kakinya
Lain orang lain hatinya

Hujung bendul dalam semak
Sapi mandul banyak lemak

Tabtibau si puyuh padang
Hilang pisau berganti pedang

Ke bilik ke dapur gulai pedas
Iitk bertelur ayam menetas

Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan binasa

Ada udang ada garam
Ada orang banyak macam

Pohon jati burung dara
Hati-hati saat bicara

Naik bis bawa terompet
Dalam bis banyak copet

Kucing belang dalam tong
Jadi orang tahu diri dong

Pohon ditebang banyak semutnya
Si abang banyak maunya

Ada merpati berbulu bersih
Hati-hati memilih kekasih

Api disulut di pohon jati
Lain di mulut lain di hati

Ada tong rusak besinya
Orang sombong susah hidupnya

Tangkap ikan patah kailnya
Kemunafikkan besar dosanya

Ada banci main mata
Rasa benci jadi cinta

Cabe Lombok buat melek mata
Hei cowok jangan main mata

Di Dunia banyak orangnya
Harta dunia bukan segalanya

Nenek lansia mau kemana
Jadi manusia hendaknya berguna

Tupai mati kucing menguburkan
Perasaan hati bukan untuk dimainkan

Selat malaka banyak dermaga
Anak durhaka tidak akan masuk surga

Daun pandan sedap di masakan
Badan kecil pasti sedikit makan

Anak tersesat dicari ibunya
Orang sesat susah hidupnya

Dahulu parang sekarang besi
Dahulu sayang sekarang benci

Dahulu sedan sekarang mercy
Dahulu teman sekarang isteri

Ikan sembilang di balik batu
Sudah di bilang jangan mengganggu

Sirsak sirsak nangka belanda
Pikiran rusak digoda janda

Candi mendut rusak jalannya
Orang gendut banyak makannya

Situ bagendit jangan di caci
Kakek genit digoda banci

Sikap senohong gelama ikan duri
Bercakap bohong lama-lama mencuri

Tabtibau si puyuh padang
Hilang pisau berganti parang

Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan binasa

Itulah beberapa contoh pantun karmina atau pantun singkat, semoga artikel ini bermanfaat untuk kawan kawan semua. Sampai jumpa di artikle menarik dari bangkudepan lainya. Bye bye !

Pencarian Terkait:

Tags: #pantun #pantun karmina

Contoh Paragraf Induktif
Contoh Paragraf Induktif
Dalam mempelajari bahasa indonesia, salah satu pembelejaran
5 Puisi Bahasa Inggris Terbaik
5 Puisi Bahasa Inggris Terbaik
Salah satu karya sastra yang sering kita
Inilah Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif
Inilah Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif
Kembali ke kategori sastra, kali ini kita
Pengertian dan Contoh Paragraf Argumentasi
Pengertian dan Contoh Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari,

Comments are closed.

Must read×

Top