5 Contoh Cerpen Persahabatan Terbaik

Cerpen merupakan salah satu karya sastra yang digandrungi oleh pemuda maupun orang tua. Cerpen berisi berbagai cerita menarik yang ringan untuk dibaca. Artikel sebelumnya Bangkudepan telah membahas tentang contoh cerpen yang singkat. Pada kesempatan kali ini, bangkudepan akan membahas tentang contoh cerpen persahabatan. Cerpen jenis ini memang sangat digandrungi anak anak usia pelajar yang memang dalam masa menjalin sebuah hubungan persahabatan.

Berikut ini adalah 5 contoh cerpen persahabatan terbaik versi bangkudepan :

Sahabat Tak Sebanding Dengan Pacar

contoh cerpen persahabatan

contoh cerpen persahabatan

Oleh Phy

“ Mata ini tak mampu memandang kebenaran yang Haq, hanya hati yang sanggup merasakan manakah yang benar dan mana yang salah. Kebenaran yang dilihat oleh mata kadang tak sama dengan apa yang dirasakan oleh hati. Mata mampu mengelabui setiap kejadian didepannya tapi tak ada satupun yang mampu mengelebui mata hati kita. “

Dan itu lah yang terjadi pada dua kawan yang menjadi lawan. Reika gadis biasa dari keluarga sederhana ia memiliki sikap toleran kepada sesama, rendah hati dan ramah. Ia memiliki seorang sahabat yang sangat ia sayangi namanya Aulia, ia anak orang kaya keluarganya begitu memanjakan Aulia. Namun, ia tak bangga atas kekayaan yang dimiliki orang tuanya, baginya kasih sayang lah yang sangat berharga.

Mereka bersahabat sejak SMP, dan sekarang mereka juga satu sekolah di SMA favorit di salah satu kota Bandung, Reika mendapat beasiswa disekolah tersebut sedangkan Aulia adalah anak pemilik dari Yayasan sekolah tersebut. Mereka seperti kakak adik kemana-mana selalu bareng, prestasi mereka juga selalu bersaing. Namun, keduanya sangat sportif dan tak mempermasalahkannya. Kebersamaan mereka sampai membuat orang-orang yang melihatnya iri, tak terkecuali Rinda anak kepala sekolah yang sangat manja, apapun kehendaknya harus selalu dituruti.

Hingga suatu hari ia mempunyai rencana untuk memisahkan dua sahabat ini. Ia meminta bantuan kepada Randa saudara kembarnya untuk mendekati mereka berdua yaitu Aulia dan Reika agar mereka mengira bahwa Randa menyukai mereka. Akhirnya Randa pun menjalankan rencana mereka itu. Randa mendekati satu persatu baik Aulia maupun Reika. Ternyata baik Aulia maupun Reika juga suka kepada Randa. Akhirnya Reika yang mengalah biarlah Randa dengan Aulia toh mereka juga cocok.

Akhir-akhir ini, Aulia jarang banget bareng sama Reika. Karena ia lebih sering diajak jalan bareng sama Randa. Dan itu kesempatan buat Rinda untuk mengahasut keduanya (Reika & Aulia). Hingga akhirnya Aulia sangat membenci Reika, ia beranggapan bahwa Reika adalah sahabat yang hanya memanfaatkan kekayaannya saja. Ia juga menuduh Reika bahwa dirinya tidak suka melihat Aulia dan Randa pacaran. Karena sebenarnya ia juga dengan Randa. Tuduhan demi tuduhan dihantamkan Aulia kepada Reika. Reika yang memang tidak seperti itu adanya mencoba membela diri dan menjelaskan apa adanya kepada Aulia. Namun, Aulia sudah buta oleh hasutan Rinda dan Randa.

Reika menyesalkan sikap Aulia yang seperti itu, ia sangat menyayangkan perubahan yang terjadi pada Aulia. “Kenapa, ada apa dengan mu Aulia?” bisik Reika ditengah hujan yang sedang menemani langkah pulang sekolahnya. Beruntung hujan turun saat itu sehingga tak banyak yang tahu bahwa sebenarnya ia sedang menangis, terluka hatinya oleh pisau yang ditancapkan oleh sahabatnya sendiri. Aulia tak lagi memandangnya sebagai sahabat. “Ya Tuhan inikah seorang kawan yang berubah menjadi lawan?” bisiknya lagi sambil menangis.

Mana Reika dan Aulia yang dulu, yang selalu bersama kemana-mana. Yang selalu kompak dalam segala hal. Mulai hari itu suasana sekolah tak dihiasi oleh tawa mereka. Semua seisi sekolah merindukan akan tawa mereka. Hanya Rinda yang merasa bahagia akan hancurnya persahabatan Reika dan Aulia. Reika sangat bersedih akan kejadian ini.

Hingga suatu hari, Aulia yang berniat akan menemui Randa dikelasnya tidak sengaja mendengar percakapan Randa dan Rinda mengenai dirinya dan Reika. Sontak itu membuatnya kaget, tak disangka ternyata mereka tega melakukan itu kepadanya. Tanpa pikir panjang Aulia langsung memutuskan Randa dan menampar mereka berdua yang dengan sengaja merencanakan semua itu.

Aulia berlari sambil menangis menuju kelas Reika, sambil menyesali sikapnya yang telah mengorbankan persahabatannya demi laki-laki yang hanya mempermainkan dirinya untuk memisahkannya denagn Reika. Namun, sesampainya dikelas ia tidak mendapati Reika dibangkunya. Ia menanyakan kepada teman sekelasnya, dan ternyata sudah 3 hari ini Reika tidak masuk sekolah, kabar terakhir katanya ia masuk rumah sakit.

Serasa disambar petir disiang bolong, hatinya menangis kenapa ia sampai tidak tahu kalau Reika masuk rumah sakit. Sakit parahkah ia hingga harus dirawat di rumah sakit. Setahu ia, Reika tidak punya penyakit apa-apa. Setelah sampainya dirumah sakit ia bertemu dengan ibunya Reika, beliau kelihatan sedih dan pasrah duduk didepan ruang ICU. Aulia semakin takut, sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan Reika. Tak berapa lama dokter keluar dari ruangan ICU, ia berkata “ibu, yang tabah serta jangan henti2nya mendoakan Reika, kita hanya bisa menunggu keajaiban dari-Nya. Refleks ibunya Reika semakin keras nangisnya. Tubuhku, serasa lemas jantungku berdetak kencang. Ya Tuhan, sebenarnya apa yang terjadi dengan Reika. Maafkan aku Reika, maafin semua kejadian kemarin, bisik Aulia dalam hati sambil terus berjatuhan air mata dipipinya. Setelah cukup tenang, ibunya Reika cerita bahwa sebenarnya Reika mengidap sakit Leukimia sejak 2 tahun terakhir ini. Ia menyembunyikan penyakitnya dari orang2 yang ia sayangi, termasuk ibu dan sahabatnya.

Lagi2 petir itu menyambar tepat dihatinya Aulia, kabar ini membuatnya semakin merasa bersalah kepada Reika. Sebelum dirawat dirumah sakit Reika menitipkan surat kepada ibunya untuk diberikan kepada Aulia. Reika juga bercerita kepada ibunya tentang selisih antara keduanya, tapi Reika sama sekali tidak pernah dendam kepada sahabatnya itu, ia justru sangat bersyukur memiliki seorang sahabat seperti Aulia.

Aulia masuk keruangan Reika dirawat, setelah mengungkapkan semuanya dan meminta maaf kepada Reika, tak lama Reika siuman dan senyum kepada Aulia sambil berkata “aku telah memaafkanmu jauh sebelum kamu mengetahui tentang rencana mereka”. Tak lama kemudian Reika kembali meutup mata untuk selama2nya, air mata Aulia membanjiri ruangan sambil memeluk sahabatnya ia berbisik kau kawan bukan lawan bagiku. Terima kasih dan maaf atas semua perbuatan ku. Tunggu aku disana sahabatku, Reika.

Kepergian Sahabatku

contoh cerpen persahabatan

Oleh Lisda Agustina

Di pagi hari yang cerah. Aku dan sahabat ku berjalan bersama kesekolah. Di setiap perjalanan kami selalu tertawa dan bercanda. Hari-hari ku pun ku jalani bersama nya. Di setiap aku sedih dia selalu menghibur ku, dia pun selau bercerita kepadaku Dan dia lah tempatku mencurahkan isi hatiku.

Ia sangatlah baik dan pengertian,berbeda dengan teman-temanku yang lain.Mereka tidaklah menyukai aku, mereka selalu mengejek-ngejek aku,itu karna aku miskin dan keterbatasan.Tapi sahabatku tidak seperti itu.Bersyukurlah aku……..
Dia sering mengajakku kerumah-nya,dan aku pun sering mengajak nya kerumahku.Ia bernama DINDA dan aku bernama DITA.
Aku suka bercerita tentang hidupku kepadanya,itu karna ia bisa memberiku nasihat dan membuatku semangat,biarpun di ejek teman-temanku.Dinda adalah tife orang peceria,ia selalu ceria biar ada yang nakal kepada-nya ataupun jail,tidak seperti aku Cuma di ejek aja aku sudah merasa…….eeeeehhhhmmmm.

Pada suatu hari Dinda mengajakku jalan-jalan ke tempat bermain, aku saaaangat senang,kami bermain sepuas-nya,semua permainan kami coba,mulai dari komedi putar hingga rollkoster.sampai-sampai kami lupa waktu.sekarang sudah sore,akhirnya kami pulang kerumah masing-masing.

Selama aku tetap bersamanya,hidupku akan terasa senang dan bahagia, biar diejek teman-temanku,karena ada dinda yang selalu menghiburku.

Tapi……… pada suatu hari ia tak hadir ke sekolah, sehabis pulang sekolah aku kerumah-nya.Tapi apaa………….dirumahnya pun kosong,aku sangat bingung,kenapa hari ini dinda tak ada,biasanya kalau ia mau pergi ia selalu memberi tahuku.tapi kali ini tidak.Aku bingung seeeekali.
Besok harinya,disekolah dinda masih tidak hadir.Aku pun kembali lagi kerumah-nya,dan masih tidak ada orang-nya. Besok hari nya lagi disekolah ia tetap tidak hadir,kambali lagi aku kerumah-nya dan masih tidak ada.Setiap hari aku menunggnya di sekolah tapi ia tak kunjung hadir.setiap hari pun aku kerumahnya.dan dirumah-nya masih tak ada orang-nya.

Akhirnya,hari-hariku, ku lewati sendirian,tidak lagi bersamanya,hari-hari pun berjalan dengan buruk.Teman-temanku tak ada yang mau menjadi temanku,mungkin…itu karna hidupku yang miskin.

Disekolah aku hanya berdiam dan berdiam,di rumah pun aku melakukan-nya lagi,berdiam dan berdiam.

Sekarang tak ada lagi yang menghiburku saat-saat aku sedih,seperti ini.Tak ada lagi canda tawa,yang ada hanya tangisan rasa kesedihan.

Setelah dua bulan, hari-hari ku lewati sendirian dan berdiam diri,tanpa nya
Di depan pintu aku mendapat kan sepucuk surat,ku buka dan ku baca surat itu.

Buat Sahabatku
DITA

Dit…..Bagaimana kabarmu??Mudah-mudahan baik-baik aja nya.
Aku udah lama pingin nulis surat ini ke kamu tapi baru sekarang ada kesempatan.
Maaf yaa…..waktu itu aku gak ngasih kabar atas kepergianku,aku tidak bisa ngasih kabar karna malam itu aku dan keluargaku jalan-jalan ke taman malam.Tapi……….. saat aku mau nyebrang,aku tak tau bahwa ada mobil disebelah kiri ku,mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi.
Dengan cepat aku tertabrak,dan orang yang menabrak itu tak tau entah kemana.Pada saat itu juga aku dibawa kerumah sakit, “kata dokter aku mengalami luka yang sangat parah”.Jadi aku harus tetap dirawat dirumah sakit sampai sekarang pun aku harus tetap dirumah sakit.
Semenjak aku terbaring dirumah sakit aku sangat kesepian.tak ada lagi canda tawa dari mu dan tak ada lagi curahan –curahan hati mu.
Aku sangat bosan dirumah sakit ini.

Dah dulu nya Dit……………

Salam Manis Selalu,
Sahabatmu
Dinda.

Aku tak menyangka………………………
Ternyata dia tabrakan,aku sangat sedih,air mata ku mengalir.Rasa sedih mengalir dihati.aku akan mendoakanmu agar kita bisa bersama-sama lagi.(ucapku dalam hati)
Waktu trus berjalan, aku tak pernah lagi tau akan kabar dari Dinda.Selama 5 bulan sudah dinda dirawat dirumah sakit dan tak kunjung sembuh.aku saaaangat sedih.kenapa dinda tak kunjung sembuh.

Pada suatu hari aku diajak oleh ibuku untuk menengok dinda,aku sangaaat senang,karna aku bisa ketemu dinda,setelah sampai dirumah sakit hati terasa senang sekali.Setelah tepat diruang rawat nya dinda,hatiku terasa sedih,dinda tak sadarkan diri,ia hanya terbaring ditempat tidur nya,lalu aku bertanya kepada ibu nya “bagaimana keadaan dinda saat ini,”
“dinda koma. jawab ibu dinda”
Hatiku lagsung sedih tak berdaya,
Akhirnya ibuku mengajaku pulang,dirumah aku sedih,nangis dan menangis,disekolah aku hanya merenung dan melamun.
Setelah berbulan-bulan,hingga setahun.aku mendapat kan kabar……………………..tak gembira.Dinda telah meniggal dunia.

Aku sediiiiih banget.
Apa yang aku lakukan setelah dinda tak ada didunia ini.Aku sadar bahwa dunia ini tak selamanya ada,dan hidup ini pun kita hanya sementara,
Jadi aku akan mengulang nya dari awal.bagaimana hidup itu tanpa orang lain.
Tapi aku ingin di hidup dan mati aku akan tetap bersahabat bersama dinda.
Semoga kamu bahagia disana DINDA.

Antara Sahabat dan Cinta

contoh cerpen persahabatan

Oleh Nadlrotul Magviroh

Aku memiliki sahabat mereka riza, muna, dan dewi. Pada suatu hari kami didalam kelas setelah bel jam pergantian pelajaran berbunyi kami ngobrol sementara, dewi dan muna selalu ngomongin cowok sampai-sampai riza jengkel denga mereka taulah sifat riza ia tak suka mikirin pacaran apa lagi cowok, diantara kami berempat yang masih lajang aku dan riza, dan muna, dewi sudah punya pacar dan sudah beberapa kali ia putus jadian dengan cowok yang berbeda.
“mun tau gak cowok gue itu ganteng banget” kata dewi
“kalau gue biar pu n kurang ganteng tapi kaya lho”sahut muna
“hello jadi kita gak dianggap nih?”tanya riza
aku hanya diam saja
“emang kenapa sih riz?, coment aja, bilang aja elo sirik”kata muna
“oh ya?, dew!, pacar elo itu yang keberapa?”rindir riza
“apa elo bilang?”kata dewi
tiba-tiba guru masuk
“selamat siang!”kata guru
kami pun bubar dan menun da percakapan kami.

Setelah kejadian itu hubunga kami semakin buyar, biasanya kami menyantap makan siang bersama kini hanya kita aku dan riza, sedangkan muna dan dewi makan siang dengan cowok mereka
“riz kelihatanya jarak kita semakin jauh”kataku
“biarkan saja mereka, ir makasih ya elo masih mau denganku!”katanya sambil matanya berkaca
aku pun memeluknya
hingga pada suatu hari muna diduakan oleh cowoknya, dan dia minta tolong kami
“plizz, bantu gue ya!”kata muna
riza diamsaja dan meninggalkan kami begitu saja
“riz!,”kata muna
akupun menjelaskan alasan kenapa riza tidak menjawabnya
“mun asal elo tau kenapa riza tidak menjawab permintaan elo, elo pikir ya!, elo telah menyakiti gue dan riza, gue masih bisa memaafkan elo tapi riza?, gue saranin elo harus minta maaf dengan riza, pikirkan itu!”kataku
aku pun meninggalkanya, dan air mata muna yang semakin deras keluar.

setelah itu muna mencoba untuk minta maaf kepada riza,
“riz!, maafin ya?”kata muna
“elo minta maaf?, apa tujuan elo?”kata riza
aku berusaha untuk membujuk riza agar ia mau untuk maafin muna,
“riz maafin ya?, gue yakin muna minta maaf hanya untuk kembalinya persahabatan kita yang dulu”kataku
“bener begitu mun?”tanya riza muna pun mengangguk mantap dengan mata berkaca, merereka berpelukan aku pun ikut terharu dengan kejadian itu.

setelah kejadian itu kami semakin dekat, pada suatu hari teman sekelas kami yaitu ifa ia mengirim pesan singkat yang berisi tentang dewi sahabat kami, membutuhkan do’a dari kami semua untuk kesembuhanya dari penyakitnya yaitu kelainan saraf otak, kami pun kaget, keesokan harinya kelas kami ramai dengan suara tangisan,
“riz maafin gue!, gue salah telah mengingkari janji kita untuk menjadi sahabat slamanya”kata dewi
“iya wi!, gue maafin”kata riza
“nah ginilah yang gue mau”kataku
kamipun berpegang tangan dan saling bersumpah untuk menjadi sahabat selamanya
“Kami berjanji untuk menjadi sahabat untuk selama-lamanya”kata kami bersamaan, tiba-tiba tawa kami meledak bersamaan.

Best Friend Forever

contoh cerpen persahabatan

Oleh Diffa Muthia Arsita

“Sahabat adalah teman yang selalu ada apapun, kapanpun, dan dimana pun.”

Kalimat itu selalu terngiang ditelingaku. Itu adalah kalimat yang selalu diucapkan oleh sahabatku. Kami jarang bertemu karena sekolah kami berbeda. Walaupun kami jarang bertemu, tetapi persahabatan kami tetap utuh.
“Tut..tut..tut..”Handphone ku berdering. Setelah aku lihat ternyata Dinda yg menelepon ku. Dialah sahabatku.
“Hei sahabatku ! Apa kabarmu ?” Ucapnya semangat.
“Hei juga sahabatku ! Kabarku baik. Bagaimana dengan mu ?” Jawabku tak kalah semangat.
“Kabarku juga baik. Aku merindukanmu Cilla !” Ujarnya.
“Aku juga merindukanmu dinda !” Balasku.
“Oo. Sudah dulu ya, aku mau pergi dulu.: Ucapnya sembari mematikan telephone nya.
Ya ! Aku dan Dinda memang sering telphonan. Tiap weekend kami selalu telephonan. Sekarang aku tinggal di Jakarta sedangkan dinda di Bandung.Biasanya kalau weekend aku selalu ke Jakarta untuk mengunjungi grandma dan grandfa. Tapi untuk kali tidak,, karena papa dan mama sedang bertugas keluar kota. Jadi aku tidak Bisa pergi. Oh ya ! Rumah dinda bersebelahan dengan rumah grandma.
“Enaknya ngapain ya ? Oh iya, jumat depan kan Dinda ulang tahun. Jadi hari ini aku ingin mencari sesuatu yang spesial ah !” Gumamku dalam hati.
Aku pun pergi ke Mall untuk mencari kain flanel, dll. Setelah sampai ke rumah, aku langsung membuka Internet. Lalu meg-klik search dan mengetik “Karya dari kain flanel.”
“WOW ! Bagus sekali !” Pujiku saat melihat beribu karya dari kain tsb. Semuanya kelihatan indah. Lalu aku memilih beberapa bentuk yang akan kubuat.
“Selesai.” Pekikku senang. Lalu barang-barang tsb aku letakkan disebelah laptop ku. Aku akan ke Mall lagi untuk mencari hadiah tambahan.
Setelah sampai kerumah, Aku membungkus kado tsb dengan rapi dan tak lupa aku memasukkan kartu kedalamnya.
“Jadi deh !” Ucapku senang.
Keesokan harinya. . .
“Krinngggg!!!”
Alarm sekolah berbunyo. Ini saatnya untuk belajar.
Hari senin, selasa, rabu, berlalu dengan normal. Dan malam ini adalah malam jumat. Berarti ??? OMG !!! Dinda besok ulang tahun!
“Aku akan begadang malam ini ! Aku ingin menjadi oran yang paaalllliiiing pertama mengucapkan selamat ulang tahun kepada dinda.” Gumamku semangat.
Saat malam hari . . .
Jam 21.00 . .
“Hmm, baru jam 9 nih. Enaknya ngapain ya ? Nonton aja deh. Kan mama dan papa gak ada di rumah. Jadi gak ada yg ngelarang aku buat nonton malam malam. Hahaha.” Ujarku sambil tertawa.
Film malam ini juga lumayan seru. Apalagi ditemani dengan susu dan cookies.
Jam 22.00 . . .
Aku mulai mengantuk, tapi aku harus bisa menahan rasa kantukku jika aku benar benar ingin menjadi orang yang pertama kali mengucapkan selamat ulang tahun kepada dinda.
Aku memandangi TV. Kini hanya ada film action. Lumayanlah untuk menemaniku malam ini.
Jam 22.30 . . .
“Kresek..Kresek..” Tiba-tiba sebuah suara mengagetkan ku. Aku terdiam.
“Hi..hi..hi..hi” Ada seseorang yang tertawa.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!” Aku teriak sekencang mungkin. Tapi mana mungkin dapat terdengar oleh orang. Rumahku cukup besar dan aku hanya sendirian.
Aku mengambil HP ku dan aku pun menelephone mama. Handphone nya tidak aktif.Dengan sigap aku segera menelephone papa. Handphone nya jga gak aktif.Buyar semua apa yg ada di otakku.
“Haduhhh, gimana ya ??? Aku takut banget nihh .” Ucapku merinding.
“Tapi demi sahabat aku harus berani !” Gumamku sambil menggunakan sisa keberanian yang ada.
Jam 11 malam . . .
Masih menonton TV. Tapi dengan acara yang berbeda, yaitu acara dimana seorang peserta di bawa ke suatu tempat menyeramkan. Dan juga peserta tsb harus menggunakan keberanian yg ada pada dirinya. Lalu orang orang tsb dibiarkan sendirian.
Yap ! Itu adalah acara uji nyali !
Hiiiii, seremm .
Jamm 11.30 Malam . . .
Semuanya terjadi lagi.
Untuk kedua kalinya aku mendengar suara jejak kaki, anita tertawa, dll. Aku masih merinding. Tapi apalah dayaku. Jadi aku pun melawan rasa takut yang ada pada diriku. Aku pun mengingat tujuan ku begadang. Akhirnya rasa keberanianku muncul kembali.
Jam 00.00 . .
Aku segera menelephone dinda
“Tit..titt..titt..”
“Asalamualaikum wr.wb . ” Ucapku.
“Wa’alaikum salam wr.wb. Oh ternyata Cilla yg menelephone ku. Senang sekali rasanya !” Jawabnya senang.
“Hahaha.” Aku tertawa.
“Aku menelephone mu karena aku ingin mengucapkan…… Happy Birthday Sahabat ! Semoga panjang umur dan sehat selalu. Semoga kamu dapat menjadi anak yg berbakti kepada orang tuamu. Dan semoga semua harapanmu bisa terkabul !”
“Aminn.” Jawabku dan dinda serempak.
“Terimakasih cilla. Kamu telah memberikan kejutan yg paling spesial di hari ulang tahunku ini. Dan terimakasih karena kamu rela tidak tidur demi mengucapkan selamat ulang tahun kepada ku. I miss you ciilla. ” Ujar dnda di sela sela tangisannya.
“I miss you too dinda.” Balasku.
Akhirnya kami mengakhiri percakapan malam ini. Aku pun tertidur…
Keesokan harinya . . .
“Kriiinnnnggggg.” Bel sekolah tanda pulang berbunyi.
Berarti besok aku ke bandung.Aku sangat merindukan dinda. \(^_^)/
Keesokan harinya . . .
“Horeeeeee!!! Weekend !!!” Teriakku gembira.
“Cilla ? Kamu sudah bangun ? ” Panggiil mama.
“Sudah ma.” Jawabku sambil berlari kearah mama dan papa.
“Ma, pa, hari ini ke Bandung ya ?” Ucapku dengan semangat.
“Maaf ya Cilla, papa dan mama akan pergi keluar negeri.”
“Huuhh.” Aku menghembuskan napas kecewa.
:Tapi, kalo kamu memaksa, nanti kamu bisa diantar Pak Triyo.” Ujar papa.
Aku kembali bersemangat.
“Makasih ya ma, pa.” Balasku sambil mengecup kedua pipi mama dan papa.
“Iya sayang. Mama dan papa pergi ya !” Teriak mama dan papa bersamaan sembari keluar.
Setelah aku bersiap siap . . .
“Horeee !!!!!” Pekikku senang.
Aku pun di jemput oleh pak Triyo, supir papa.
Beberapa jam kemudian . . .
Aku sampai di Bandung. Saat aku akan menyebrang menuju rumah grandma. Sebuah truk melintas tepat dibadanku. Aku sudah tak sadar lagi..
Beberapa saat kemudian…
Aku terbangun. Aku mendengar sebuah tangisan. Ternyata yg menangis adalah dinda.
“Ha..p…p..py..bir…birth…day..ss…aaa…ha…bba..sahabat…” Ucapku terbata bata.
“In…ini…kk….kka…kado….unn…unnn…untuk….mu.” Ucapku lagi.
“Terima kasih sahabatku.” Jawabnya sambil menangis.
Setelah 3 hari dirawat, aku diperbolehkan keluar dari Rumah Sakit. Tapi aku belum diperbolehkan untuk bersekolah. Karena mama dan papa masih di luar negeri, aku pun sementara tinggal di rumah grandma.
Tiba-tiba ada yg menghampiriku. Ternyata dia adalah dinda.
“Sahabat selamanya apapun yg terjadi, kapanpun, dan dimanapun.” Ucap kami serempak.

Gue Sayang Loe Lebih Dari Sahabat

contoh cerpen persahabatan

Oleh Jubaidah

“CHICI! CHICI! BERANGKAT YUK~!” teriak Rio ketika di depan rumah Chici. Chici yang sudah siap-siap dari tadi langsung keluar dari dalam rumahnya. Ia menghampiri Rio lalu menoyor Rio.

“Lama amat sih lu, Yo…” ujar Chicii kesal. Rio hanya cengar-cengir. Chicii langsung membonceng Rio. Chicii dan Rio sudah sejak kecil bersahabat, mereka berdua selalu bersama. Menurut orang-orang, mereka seperti anak kembar.

“Chi, lu marah ama gue?” tanya Rio. Chicii hanya menghela nafas kecil.

“Hemm… Udah lu jalan aja… Hari ini lu tanding basket, kan?” tanya Chici lirih. Rio hanya mengangguk.

>SKIP

“Rio… ini bunga buat kamu…”

“Ini coklat buat kamu…”

“Ini kaos dari itali loh, Yo… buat kamu…”

“Ini…”

“Ini…”

“Ini…”

“Ini…”

“Ini…”

“Ini aja…”

“Ini…”

Anak-anak perempuan saling berebutan memberi Rio hadiah, Rio langsung gelagapan dikasih hadiah segitu banyaknya. Ini sudah menjadi sarapan bagi anak-anak lain. Chicii pun sudah biasa melihat seperti ini, Ia menuju kelas duluan, Rio langsung berlari mengikuti Chicii. Ia mengandeng tangan Chicii dan chici langsung menepisnya.

“Udah sana… Ladenin fans-fans lu!” ujar Chicii lembut. Sebenarnya Chici jengkel tetapi ia mencoba sabar.

“Ya elah, Chi… Gue pengin ke kelas ama lu…” ujar rio memelas. Chicii mengacak-acak rambut Rio.

“Iya deh…” Rio langsung memeluk Chici, Chici hanya melongo. Rio akhirnya sadar.

“Eh, eh, sorry Chi… reflek… Hehehe…” ujar Rio. Chici hanya tersenyum kecil. Rio langsung mengandeng tangan chici, ia dan Chici pun berjalan dengan bergandengan bersama menuju kelas. Fans-fans Rio melirik mereka dengan sinis.

Di Kelas banyak yang meledek Chici dengan Rio.

“Suit-suit! Pasangan baru!” ledek Alvin ketos.

“Hahaha… Bukan kale, vin,.. Tapi itu pasangan SUAMI ISTRI BARU!” ledek Ozy. Semua langsung melototi Ozy dengan tatapan membunuh.

“HAgzhagzhagz…bercanda aja lu, Zy! Kita kan sahabat ya enggak, Chi!” balas Rio. Chici hanya mengangguk kecil.

DEGH! “Rio nganggep gue cuma sahabat.” Chici langsung melepas gandengan Rio, ia menuju bangkunya sendiri. Rio bingung dengan tingkah Chici, tapi ia tak ambil pusing. Rio, Alvin, Ozy, Ray, Cakka dan Gabriel langung keluar kelas, mereka menganti seragam sekolah dengan pakaian olahraga. mereka langsung menuju lapangan basket. Mereka akan bertanding basket dengan anak-anak SMA HARAPAN.

“Chi, lu enggak mau liat Rio tanding basket?” tanya Veny lembut.

“Enggak.” jawab Chici cuek.

“Emangnya lu ada masalah apa sih ama Rio?” tanya Melva.

“Enggak ada. Sana lah kalian nonton sendiri. Gue pengin di kelas aja! Pusing gue!” balas Chici sembari mengacak-acak rambutnya. Veny, Melva dan yana pun akhirnya menonton pertandingan bersama. Anak-anak lain sudah berkumpul di lapangan basket.

>SKIP

“Eh, Ven, Chici mana?” tanya Rio pada Veny sebelum pertandingan dimulai. Veny menggeleng lemah. Rio hanya mendengus.

“Yo, ayo cepetan 15 menit lagi anak-anak SMA HARAPAN ke sini!” ujar Ozy. Rio hanya mengangguk, tapi ia malah menuju ruang kelasnya. Ozy, Alvin, Gabriel, Ray, Cakka, Sivia, Melva, Veny dan Yana pun bingung.

“BRAAKKKK!!!!” Rio mengebrak ruang kelasnya. Ia melihat Chici yang sedang menangis. Chici menengok ke arah Rio dengan sinis, Rio menghampiri Chici.

“Chi, kamu kenapa nangis?” tanya Rio. Ia membelai rambut Chici, Chici segera menepisnya.

“Enggak apa-apa!” ujar chici ketus.

“Kamu marah ama aku?” tanya rio lembut.

“Enggak!” ujar Chici tambah naik keketusannya. Rio langsung memeluk Chici.

“Chi, plis, jangan lu giniin gue kayak gini… Kalau lu marah ama gue bilang aja… Gue enggak mau lu diemin gue kayak gini! Sebentar aja lu diemin gue, rasanya lu ama gue udah kayak musuhan!” isak Rio. Chici kaget melihat Rio menangis. Ini tidak seperti Rio yang Chici kenal. Rio yang pemberani, manja, ngotot, sok cuek dan lain-lain. Tapi Chici masih tetap diam.

“LU KENAPA GINIIN GUE, CHI??!!” ujar Rio makin histeris. Chici pun merasa takut. Ia memundurkan kursinya tapi dicegah Rio.

“KENAPA, CHI??!” ujar Rio. Chici pun merasa tidak tahan.

“KARENA GUE SAYANG AMA LU LEBIH DARI SAHABAT, RIO!” seru Chici tegas. Ia pun melepas pelukannya dengan Rio, ia berlari menuju ruang musik. Tempat dimana Chici dapat menuangkan semua isi hatinya. Rio tertegun mendengar jawaban Chici. “Chi, gue juga sayang ma lu melebihi sahabat…” batin Rio. Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Rio. Ternyata itu, Gabriel.

“Yo, mendingan lu tanding basket sekarang…” ujar Iyel.

“Tapi…”

“Gue tahu masalah lu. Gue dah liat semuanya.nanti gue bantu…” ujar Iyel. Rio pun hanya mengagguk pasrah, ia pun mengikuti Gabriel dari belakang. Semua penonton pun bertepuk tangan. Rio hanya tersenyum kecut.

“PRIIIITTTTT!!!!” wasit pun meniup peluit tanda permainan sudah di mulai. Semuanya larut dalam permainan.

Sementara itu, Chici di ruang musik. Ia memainkan gitarnya, bersenandung sesuai dengan apa yang ia rasakan saat ini.

JRENGGG… Chici memulai dengan petikan gitarnya terlebih dahulu.

“Bagaimana caranya untuk agar kau mengerti bahwa aku rindu…

bagaimana caranya untuk agar kau mengerti bahwa aku cinta…

Masihkan mungkin hatimu berkenan menerima hatiku untukmu…

Cintaku sedalam samudera…

setinggi langit diangkasa… kepadamu…” tiba-tiba seseorang ikut bernyanyi. Chici pun menengok. Ternyata, Bu Zahra, guru seni musik.

Cintaku sebesar dunia…

seluas jagat raya ini… kepadamu…

Bagaimana caranya untuk agar kau mengerti bahwa aku mencintaimu selamanya…

Bagaimana caranya untuk agar kau mengerti bahwa aku merindukanmu selamanya…

Chici dan Bu Zahra pun bersama menyanyikan reffnya :

Cintaku sedalam samudera…

setinggi langit diangkasa… kepadamu…

Cintaku sebesar dunia…

seluas jagat raya ini… kepadamu…

Oh… Kepadamu…

Chici dan Bu Zahra pun berhenti bernyanyi. Chici lalu menaruh gitar pada tempatnya lagi, sedangkan bu Zahra tersenyum kecil.

“Suara bu Zahra emang top deh…” puji Chici.

“Tidak, Chici, suara kamu yang paling top…” ujar bu Zahra.

“Ya udah, kita sama-sama top deh.. hehehe…” ujar Chici. Chici dan bu Zahra pun tertawa.

“Ibu ke ruangan dulu ya… bye, Chici!” ucap bu Zahra. ia lalu keluar dari ruangan musik. Chici menghela nafas.

“CHICI!!!” seru Rio, Chici pun menoleh. “kenapa lu kesini?”

“Chi, plis, jangan kayak gini… gue mau lu nonton pertandingan ini…”

“Enggak!” balas Chici ketus.

“Lu kenapa sih!” ujar Rio

“Gue udah bilang alasannya kan, Yo!”

“Gue juga sayang ama lu!” balas Rio.

“Hah? Sayang? Lu bilang sayang?” ujar chici sinis.

“Plis, Chi… Gue kali ini pengin banget lu nonton pertandingan ini…” mohon Rio. Chici tetap menggeleng cepat. Rio langsung memeluk Chici, Chici langsung mendorong Rio dengan keras tapi pelukan Rio lebih erat.

“JANGAN DEKETIN GUE!” seru Chici. Ia menahan air matanya.

“LU KENAPA SIH, CHI!”

“GUE BENCI AMA LU!”

“KENAPA LU BENCI AMA GUE? APA SALAH GUE, CHI!”

“BANYAK!”

“LU EGOIS, CHI!”

“KENAPA LU BILANG EGOIS KE GUE, YO! SEDANGKAN LU LEBIH EGOIS DARI GUE!”

“PLAK. . .” Rio menampar Chici, Chici tertegun dengan sikap Rio. Rio tidak menyangka dirinya melakukan seperti itu.

“Maaf, Chi…” ujar Rio lirih.

“MAAF-MAAF! LU CUMA BISA BILANG MAAF! GUE ENGGAK BUTUH MAAF DARI LU, RIO. TAPI BENER, TERNYATA LU LEBIH EGOIS DARI GUE! GUE BENCI LU! SEKARANG LU SAMA GUE UDAH ENGGAK SAHABATAN LAGI! TITIK!” teriak Chici. Ia pun berlari menuju kamar mandi. Rio mengacak rambutnya.

“ARGGHHHHHHH… kenapa jadi gini sih! CHICIIIII MAAFIN, GUE!!!” seru Rio frustasi.

>SKIP

“Hiks-hiks… Ri… Rio…” isak Chici. Ia mencuci mukanya. Ia mengambil ponselnya disaku. Ia menelpon seseorang.

“Hiks… Biet… jemput gue sekarang!” seru Chici.

“Lu kenapa, Chi? Iya-iya,,, gue jemput sekarang. Lu izin ama guru lu dulu ya!”

“Iya…” balas Chicii. Ia langsung menutup teleponnya. Ia menuju ruang Guru untuk meminta izin. tetapi ketika di lorong ia bertemu Rio yang akan menuju lapangan basket. Chici langsung membuang muka. Rio hanya dapat menghela nafasnya. Tiba-tiba Rio berteriak, “RIO SAYANG SAMA CHICI MELEBIHI DARI SAHABAT, Chi!”.Chici langsung berlari menuju ruang guru.

“hmm… baiklah, chici… jangan lupa. Istirahat di rumah ya!” ujar bu Zahra. Chici mengagguk kecil.

>SKIP

Chici pun menuju area parkir. Sebenarnya area parkir dengan lapangan basket bersebelahan. Chici pun melihat Rio bertanding sekilas. Rio hanya melirik Chici. Chici pun langsung berlari menuju kakaknya, Obiet. Obiet menjemput Chici dengan mengunakan mobilnya, Chici pun masuk ke dalam mobil. Obiet langsung mnejalankan mobilnya. Di sepanjang perjalanan, mereka hanya hening.

“Kak, gue masuk dulu ya! Thanks dan maaf, kak!” ujar chici. Ia pun langsung menuju kamarnya. Ia membuka pintu kamarnya lalu menutup kembali. Chici pun merebahkan tubuhnya dikasurnya yang empuk. “ARRGHHH!!! GUE BENCI MARIO STEVANO ADITYA HALINGGGGG!!! MENDINGAN GUE TIDUR!” teriak Chicii di kamarnya. Obiet yang mendengar dari bawah, hanya geleng-geleng mendengar teriakan Chici.

>SKIP

Rio langsung mengebrak pintu rumah Chici. Obiet yang sedang bermain PS pun refleks langsung membanting stik PS-nya.

“Woy, Yo, main ngebrak aja tuh pintu! Rusak woy! Gara-gara lu juga, nie stik PS gue jadi kebanting, kan!” ujar Obiet ketus. Rio hanya cengar-cengir. Obiet hanya geleng-geleng.

“Chici mana, Biet?” tanya Rio. Obiet pun langsung menghampiri Rio lalu menoyor Rio.

“Udah bikin Chici nangis dan teriak enggak jelas, ngebrak pintu, stik PS-nya kebanting ini manggil gue, Obiet lagi! Panggil gue, KAKAK!!!” ujar Obiet jengkel. Rio hanya manggut-manggut.

“Emangnya Chici kenapa sih?” tanya Rio lirih.

“Nangis!” balas Obiet cuek.

“Kok nangis?”

“Kan gara-gara lu!”

“Ah masa sih?” Obiet kembali menoyor Rio.

“Biet eh, Kak, lama-lama nie otak gue miiring! lu toyor-toyor mulu sih!”

“HEhehe.. pis… sana deh lu ke kamar Chici…” ujar Obiet lembut. Rio pun langsung ngeloyor ke kamar Chici.

“Ckckck…”

KREEKKK…

Rio membuka pintu kamar Chici dengan pelan. Ia melihat Chici sedang tidur dengan pulas.

“Chi, maafin gue…” ujar Rio lirih. Ia pun melihatlihat kamar Chici. Ia menuju meja belajar Chici dan membuka laci. Mata Rio bebinar-binar ketika melihat sebuah liontin berbentuk love dan ia melepas kalung yang dipakenya yang berbentuk kunci. Lalu menyambungkan kembali, kunci itu dengan love.

“Chici masih nyimpen…” ujar Rio lirih.

“HOAMMMM…” Chici pun bangun dari tidurnya. Rio menoleh pada Chici. Ia mengucek-ucek matanya lalu menoleh ke arah meja belajar. Chici kaget melihat Rio sudah ada di kamarnya. Rio tersenyum manis ke arah chici. Chici pun menghampiri Rio. Ia langsung mengambil liontin miliknya itu dari tangan Rio.

“BALIKIN LIONTIN GUE!” seru Chici kesal. Rio masih tetap tersenyum.

“Ternyata lu masih nyimpen, Chi… kenapa lu enggak bilang, Chi?”

“Buat apa gue bilang? LU juga enggak bakal peduli, Rio!” Rio langsung memeluk Chici.
“Gue sayang lu lebih dari sahabat…” bisik Rio pada Chici. Chici tertegun mendengarnya. Lalu tersenyum.

“Apa buktinya?” tantang Chici. Rio pun berpikir sebentar.

CUPP… Rio mencium pipi kanan Chici. Mata Chici melotot. Pipinya dibuat merah oleh Rio. Rio hanya cengar-cengir.

“Lu mau enggak jadi pacar gue, chi?” ujar Rio. Chici menggeleng cepat. Rio melihat chici dengan tatapan kecewa.

“Gue cuma mau jadi pendamping lu selalu…” balas Chici.

Rio dan Chici tersenyum.

Demikianlah 5 contoh cerpen tentang kisah persahabatan, semoga bermanfaat bagi pembaca setiap Bangkudepan, Sampai jumpa di artikel artikel menarik lainya.

Pencarian Terkait:

Tags: #cerpen #cerpen persahabatan

Contoh Paragraf Induktif
Contoh Paragraf Induktif
Dalam mempelajari bahasa indonesia, salah satu pembelejaran
5 Puisi Bahasa Inggris Terbaik
5 Puisi Bahasa Inggris Terbaik
Salah satu karya sastra yang sering kita
Inilah Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif
Inilah Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif
Kembali ke kategori sastra, kali ini kita
Pengertian dan Contoh Paragraf Argumentasi
Pengertian dan Contoh Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari,

Comments are closed.

Must read×

Top