5 Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Terbaik

Cerpen memiliki beberapa macam sumber cerita, bisa berupa fiksa karangan penulis atau fakta yang memang terjadi. Cerpen yang bersumber pengalaman pribadi akan lebih terasa mudah dibuat, karena pengarang hanya perlu menuliskan saja apa yang pernah dialaminya.

Lihat juga Kumpulan Cerpen Singkat

Pada artikel sebelumnya bangkudepan telah membahas tentang cerpen yang bertema persahabatan. Pada kesempatan kali ini bangkudepan akan memberikan beberapa contoh cerpen dengan tema pengalaman pribadi. Berikut ini adalah 5 terbaik cerpen pengalaman pribadi versi bangkudepan.

Bersama Nya Sedikit Lebih Lama

contoh cerpen pengalaman pribadi

Oleh: Yulius Wijaya

Hari seperti biasa di ruang kantor baru ku, maklum kantor ku baru pindah tempat dari ruko yang kecil nan sumpek. Hari ini adalah hari pertama untuk kedua staf baru ku di divisi keuangan. Salah satu nya yaitu yuli, dia orang yang aktif dan mudah bergaul.

Satu minggu setelah hari pertama nya ia langsung mengajak aku dan 2 orang temanku untuk berkaraoke bersama. Akhir nya kami pun berangkat karaoke berempat yaitu aku, yuli, antoni dan wanita yang aku sayangi afifa. Selesai kami karaoke, aku dan afifa tidak langsung pulang, kami berdua mencari tempat makan yang dekat dengan tempat karaoke tersebut, karena anton dan yuli sudah harus pulang ke rumah terlebih dahulu.

Semenjak kejadian malam itu aku dan afifa sering bbman (blackberry messenger) bahkan di ruang kantor yang hanya berjarak 2 meter denganku, kami sering bbman. Semakin hari perasaan ku semakin kuat dan yakin kalau aku benar benar sayang pada afifa. Tapi perlu aku perjelas bahwa afifa baru saja bercerai dari suami nya, dan ia sedang mengurus surat surat perceraian nya. Satu lagi, ia sudah memiliki anak berumur 2 tahun bernama rara. Umurku yang terpaut jauh dari nya membuat ku merasa bahwa ia tak mungkin melirik ku untuk berhubungan serius dengan nya.

Semenjak kejadian di karaoke itu pula kadang aku dan afifa sering pergi berdua selesai jam kerja atau saat jam istirahat, tak ada orang kantor yang curiga melihat kami pergi berdua karena memang umur ku yang 20 tahun sedangkan dia 37 tahun terlihat seperti kakak dan adik, tapi perasaan ku berkata lain, afifa adalah wanita yang memancarkan kenyamanan untuk ku.

Hari ulang tahun ku semakin dekat, aku pun berencana mengajak afifa untuk merayakan ulang tahunku dengan menonton di bioskop dan dia menyetujui ajakan ku. Informasi tambahan, bahwa aku bekerja sambil kuliah malam. Saat hari ulang tahunku, aku pun ternyata ada ujian di malam hari. Maka saat siang hari sebelum ujian aku memberitahu afifa bahwa aku bisa pergi dengan nya di malam hari setelah ujian ku selesai, ternyata dia tidak bisa karena jika sudah pulang ke rumah, anak nya tidak mau lepas dari nya. Aku pun terpaksa mengatakan batal dan menunda nya sampai 3 hari setelah semua ujian ku selesai.

Akhir nya usai jam kantor aku pun bergegas menuju kampus untuk ujian. Seusai ujian aku pun duduk di lingkaran kampus bersama teman teman ku sambil beberapa teman ku mengucapkan selamat ulang tahun, tiba tiba hp ku berdering dan ternyata afifa menghubungi ku “jul, kamu di mana? Aku lagi di p*ri nih, aku tunggu kamu di xxi ia”. Tanpa basa basi aku langsung menjawab “kamu mau tungguin aku? Aku bisa sedikit lama, kampus aku kan jauh dari p*ri”, “ga apa apa, aku tunggu kamu di xxi aja”. Seperti dapat berlian rasa nya, bahagia banget ternyata dia mau menunggu ku dari jam pulang kantor sampai ujian ku selesai di hari ulang tahunku ini.

Aku pun bergegas beranjak ke tempat dia menunggu ku. Sesampai nya di sana, ternyata dia sedang menunggu ku sambil menyeruput minuman yang segar sekali kelihatan nya. Aku pun duduk dan bertanya “kok kamu bisa di sini?” dia pun menjelaskan panjang lebar kepadaku bahwa seusai jam kantor tadi, dia menghubungi teman nya untuk menemani dia jalan jalan di mall alasan ke teman nya yaitu karena dia sedang bosan, padahal sebetul nya dia menunggu ku selesai ujian. Karena kalau dia menunggu ku di rumah dan menjemput nya untuk keluar lagi pasti tidak akan bisa, karena anak nya tidak mau di tinggal. Dalam hati aku pun berteriak kegirangan karena dia mau menunggu ku hampir 3 jam seusai jam kantor hanya untuk merayakan ulang tahun ku tepat di hari ulang tahunku bukan di hari lain karena tertunda.

Akhir nya kami pun jalan jalan di mall dan berakhir di kedai kopi yang aku suka. Dia menunjukan foto suami nya yang sudah menikah lagi, padahal surat percerain nya pun belum selesai. Aku melihat sedikit kesedihan terpancar dari mata nya, aku ingin memeluk nya sebagai teman, tapi aku takut dia bernaggapan lain dan memarahi ku “dasar pria beregs*k” pikirku.

Kami pun sering berjalan jalan seusai jam kantor, kadang mencari dvd, makan sore dan pernah setelah mencari dvd kami makan soto di pingiran dan kami kehujanan saat dalam perjalanan pulang, saat itu juga dia memeluk ku erat *perasaan ku bercampur antara senang dan kebingungan. Akhir nya aku katakan lewat bbm bahwa aku menyanyangi nya lebih dari sekedar teman, tapi dia menjawab “kamu ga salah ngomong? Aku kaget denger nya, perjalanan kamu masih panjang, jangan jatuh di orang yang salah” *jegerrr bagaikan di sambar petir 70.000 volt, seketika itu aku galau. Semenjak kejadian itu aku takut dia berubah tapi dia selalu mengatakan bahwa ia berjanji tidak akan berubah asal aku tidak ada perasaan apa apa lagi.

Sekitar 2 minggu kami layak nya benar benar teman kantor, jarang bertegur sapa, berbicara seperlu nya. Tidak tahan dengan keadaan seperti ini aku pun mulai berani membuka pembicaran dengan menawarkan diri lagi untuk menjemput nya saat berangkat ke kantor. Aku pun mulai dekat lagi dengan nya, kadang aku bingung, dia menyuruh ku seakan akan untuk melupakan perasaan itu tetapi perlakuan dia saat kami dekat lagi, itu lebih dari sekedar teman, aku pun hanya bisa menerima semua itu karena perlakuan dia itu pun membuat ku nyaman.

Hari ini kami berencana untuk menonton bioskop bersama sama, masih seperti dulu yaitu aku, afifa, anton dan yuli, karena dari sekian banyak staff, hanya kami yang suka jalan jalan. Saat memasuki bioskop aku pun memegang tangan nya agar dia tidak jatuh saat di geser geser oleh orang lain ketika memasuki gedung bioskop. Selama film berlangsung tangan nya selalu memegang pergelangan tangan ku *tuhan, kenapa kalau dia ga sayang, kok tangan nya selalu memegang tangan ku.

Selesai nonton bioskop aku pun memegang tangan nya kembali saat keluar dari gedung bioskop. Aku pun mengantarkan nya sampai depan pintu apartemen nya, karena tadi kami menonton film horor jadi dia sedikit takut untuk naik lift dan melewati lorong sendirian. Sampai hari ini kadang kami suka bertengkar karena aku cemburu saat dia di antar pulang oleh staf nya, kadang kami masih sering bbman walaupun aku tahu saat nya nanti akan datang, yaitu saat dia memiliki suami dan ayah baru untuk anak nya, karena dia tidak mungkin memilih aku untuk menjadi suami nya di umur ku yang masih 20 tahun ini. “aku dan dia tidak mungkin bersama selamanya tapi aku rela patah hati hanya untuk bisa bersama nya sedikit lebih lama”.

aku masih dekat dengan dia sampai saat aku menulis cerita ini, entah apa yang akan aku rasakan jika nanti ia mendapatkan laki laki yang ia pilih untuk menjadi suami nya. seperti judul cerpen ku “Aku dan dia tidak mungkin bersama selamanya tapi aku rela patah hati hanya untuk bisa BERSAMA NYA SEDIKIT LEBIH LAMA”.

Tidak Pernah Terbayangkan

contoh cerpen pengalaman pribadi

Oleh: Dangers

Hari-hari tetap seperti biasanya dan tidak ada yang berubah. Seperti biasa pagi-sore aku bekerja dan malamnya aku gunakan buat belajar di salah satu universitas yang ada di kota semarang. Aku bekerja di salah satu perusahan di bidang jasa termasuk pelayanan umum, di dalam pekerjaan dibagi jam masuk kerja alias shift kadang masuk pagi dari jam 07.00-14.00 dan sing dari jam 14.00-19.00.

Hari ini adalah hari pertama masuk kuliah sehabis liburan semester. Seperti biasa aku masuk kuliah selalu molor maklum kalau sudah bekerja yang diprioritaskan pekerjaannya dulu karena merasa digaji. Dengan jam yang sudah molor aku ke kampuz selalu tergesa-gesa jalan dan nafas terengah-engah. Saat sampai depan pintu ruangan aku selalu berbalik badan dengan mengatur nafas secara normal dengan berkata jangan panik biasa dan pasang muka ceria seperti tidak terjadi apa-apa, serasa sudah cukup normal aku mulai mengetuk pintu dan bilang maaf pak saya terlambat. Seperti biasa pula dosen itu berexpresi sedikit kesal dan bilang iya tidak apa-apa silahkan duduk. Akupun mulai bergegas mencari dan memilih tempat duduk dan tempat duduk yang aku pilih adalah barisan terakhir dan pojok. Sembari aku masih sedikit panik efek tergesa-gesa ke kampus mataku melirik kanan kiri alias memperhatikan temen-temen siapa yang seruangan sama aku maklumlah orang bekerja itu kalau ke kampus buat kuliah bisa dihitung dengan jari lebih kebanyakan titip absen contohnya aku ini (hehehe).

Saat aku memperhatikan temen-temenku ada salah satu seseorang yang telah mencuri pandanganku untuk terus memperhatikan dia padahal disitu temen lainnya pada asyik cerita dan sibuk sendiri tapi dia gak termasuk salah satu temen yang lain itu alias dia memperhatikan dosen saat menerangkan dan aku liat sih dia sok-sok’an mengerti yang dijelaskan dosen dan aku terus memperhatikan dia selama jam kuliah. Saat jam kuliah usai aku sedikit kecewa bertanda saatnya berpisah (kayak teletubies, hehehe) dan waktu buat ketemu dia 1 minggu lagi, lumayan lama bukan.

Suatu saat dengan kebiasaan sama aku datang ke kampus selalu molor dan jalan tergesa-gesa, entah mengapa angin bertiup kencang dan mengibaratkan akan dimulai kisah baruku bertemu seseorang yang akan menemani dalam hidupku disitu kakiku terus melangkah menuju lift. Aneh sungguh aneh biasanya lift tu dipenuhin banyak orang tetapi ini hanya ada 3 orang yaitu aku, dia dan temanya. Di dalam lift hening dan sunyi tanpa terasa tingtong bertanda lift sudah sampai tempat tujuan. Aku keluar dari dalam lift berjalan sendirian sambil berfikir aku harus ketemu temen buat pinjem tugas kuliah untuk dikerjainnya (sibuk kerja jadi lupa tugas kuliah, hehehe). Sesampai depan pintu kelas ternyata temen-temen belum pada masuk ruangan dan dalam ruangan yang aku lihat dosen sedang duduk mengerjakan sesuatu yang ada di leptop sambil menunggu mahasiswanya masuk. Setelah melihat keadaan ruangan masih tampak sepi aku putuskan duduk di depan pintu sambil menunggu temen-temen datang dan tahu gak sih orang yang selift tadi duduk di sampingku, jantungku berdetak kencang dan berkata dalam hati kenapa sih kok jadi aneh gini tapi tidak aku hiraukan karena aku masih kepikiran masalah tugas kuliah dan ku awali perbincangan dengannya alias bosa-basi bertanya:

aku : mas, udah ngerjain tugas kuliah belum?
dia : belum, tugas yang mana?
aku : gak tahu soalnya kemarin aku gak masuk kuliah dan aku tahu ada tugas dari temenku, tapi dia belum ngerjain tugasnya dan coba deh tanyain temenmu ada yang ngerjain gak?
dia : eeemmzzz, temenku juga belum kerjain dan mendingan kita masuk dulu dan bilang ke dosen buwat bahas tugasnya, sambil berkata dia terperanjat dari tempat duduk mulai melangkahkan kakinya menuju ruangan.

Dengan spontan aku memegang tangannya pas digenggaman jarinya sambil berkata jangan masuk dulu masih sepi. Jantungku bertambah berdetak kencang gag beraturan dan dalam hati jangan bilang aku jatuh cinta saat mulai memperhatikan dari pertama dalam kuliah dan saat aku memegang tangannya. dia pun mengundurkan langkah kakinya kembali duduk dan aku sambil berkata mas boleh minta pinnya buat tanyain tugas kuliah (jaman sekarangkan bb’an jadi yang laku pin bb, hehehe) mulailah awal perkenalanku dengannya. Beberapa saat kemudian kita masuk ruangan bersama dan seperti biasa pula aku duduk di pojok dan memperhatikannya. Tidak terasa jam kuliah telah selesai dan lagi-lagi teletubies. Eeeezzzssttt ternyata tuhan masih pengen aku mengenalnya melalui tugas kuliah bahwa tugas kuliah harus dikumpulkan sekarang so aku pun ngajakin dia buat ngerjain tugas bareng. Setelah ngerjain tugas selesai aku pun benar-benar berpisah dan aku mulai lanjut lewat bbm.

Hari telah berjalan dengan seiring waktu dan gak terasa malam minggu. Biasanya kalau malam minggu sih waktunya anak muda pacaran, tapi buwat aku gak ada soalnya baru putus sama pacar. Owh ya lagi-lagi tuhan sayang sama aku dan gak ngebiarkan aku malam mingguan di rumah dan jurus koya-koyaku bbm berhasil. dia mengajakku jalan sambil nonton OPJ pada saat itu OPJ show di simpang lima. Disitu kita ketemuan dulu depan kampus, buwat titipin kendaraan dan gak etis donk masak malam mingguan naek kendaraannya sendiri.

Di situ aku sampai duluan dan menunggu dia datang dengan duduk di pinggir jalan sambil merasa salah tingkah, suhu tubuh berubah menjadi dingin dan jatung pun berdetak kencang inilah kencan pertama dengannya. Tidak lama kemudian dia datang menatapku dengan pandangan aneh dan berpikir (menurut pandanganku sih) disitu aku gak berani menatapnya lama hanya sepintas, makin lama ditatap aku semakin salah tingkah dan malu. Setelah itu kita mulai awal pembicaraan yang seperti aku bilang tadi (gak etis donk masak malam mingguan naek kendaraannya sendiri jadi harus dititipin dan tempat penitipan kost temennya deket kampus) aku pun let’s go simpang lima. Ternyata antusias orang lihat OPJ banyak banget jadinya aku duduk di pinggir jalan pahlawan sambil ngobrol canda gurau. Gak terasa sudah malam waktunya aku pulang dan berpisah dengannya, waktu ngambil kendaraan di kost temannya disitu ada kejadian lucu dan memalukan yaitu aku jatuh kayak di film (bayangin sendiri yah, hehehe)

Hari demi hari telah terlewati semakin lama aku mengenalnya dan sering pergi berdua. Dalam perkenalan itu aku mengenal sosok dia yang belum pernah aku bayangkan atau dipikirkan sama sekali dan menurut kebanyakan cewek laen dia prefect jadi aku merasa gak pantas buatnya dan perasaan cinta harus aku rubah menjadi kagum sama dia. Tuhan berkendak lain dan perasaanku tidak bisa aku cegah atau ditahan atau aku tutupin dan semakin aku menghilangkan perasaan itu semakin kuat rasanya. Di kemudian hari dia mengajakku ke pantai yang ada di salah satu wilayah semarang dan disitu dia menyatakan perasaanya, tanpa menunggu lama ataupun berpikir panjang x lebar = luas aku pun jawab iya dengan suasana hening sedikit kurang romantis akhirnya akupun pacaran sama dia.

Gue Mimpi Aneh

contoh cerpen pengalaman pribadi

Oleh: Jauharia Rusyady

Nama gue Bella, dan loe bisa manggil gue Bell atau Abel. Biasanya sih, gue lebih sering dipanggil Abel dari pada Bell. Dan kalau kalian mau manggil gue Bell kek, Abel kek, nggak apa-apa kok!

Gue punya satu cerita yang satu-satunya bikin gue merinding dari cerita-cerita horror lainnya. Ini cerita beda banget sama cerita-cerita horror yang lainnya. Cerita ini emang nggak nyata, tapi ini seperti nyata tapi di dalam mimpi. Yup! Ini cuma mimpi. Dan mimpi ini lebih mengerikan dari pada mimpi-mimpi yang lain. Hiii …

Gue setengah tidur, setengah bangun, alias setengah sadar, dan setengah nggak sadar. Samar-samar gue dengar percakapan bokap sama nyokap gue. Gini nih kalau cerita yang gue dengar waktu itu.
Bokap: “kita ziarah yuk!”
Nyokap: “nanti, Pa! Mama lagi bersih-bersih bareng adek (adek yang dimaksud adeknya nyokap gue).”
Bokap: “okeh! Nanti siang, ya?”
Nyokap: “iya, Pa!”
Nah, dibilang mau ziarah, gue baru inget kalau gue baru aja udah belajar tutorial hijab baru. Pengeeennn banget gue ikut!
“Pah, Abel ikut, ya?” pinta gue. Tapi nyokap maupun bokap gue nggak ada yang ngejawab. Akhirnya, gue tidur, terus bangun, dan tidur lagi.
Bangun tidur, tidur lagi. Bangun lagi, tidur lagi. Banguuun! Tidur lagiii!
Nah, dari bangun-tidur-bangun-tidur lagi, di sinilah cerita mimpi kayak nyata itu datang.

Gue bangun. Masih merasa kayak di dalam mimpi. Kepala gue agak pusing. Tapi gue bergegas nyari baju buat pergi ziarah kubur. Karena waktunya kepepet banget, akhirnya nyokap gue turun tangan ngebantuin gue sambil ngomel-ngomel karena gue lambat bangun dan bentar lagi bokap gue bakalan pergi. Jadi, tanpa perlu mandi, gue udah pake baju. Entahlah, gue juga nggak ingat. Tiba-tiba aja gue udah pake baju yang dipilihin nyokap gue barusan.

Setelah selesai pake baju (padahal udah kepake dengan ajaibnya), ternyata bokap gue nggak jadi ingin pergi ziarah. Jadi, sebagai gantinya, gue dititipin sama tante gue yang kebetulan mau ziarahan juga. Untung aja gue ada temen. Fiona dan Nauzan.

Gue pun keluar dari rumah dan lari-lari nemuin Fiona dan Nauzan. Padahal, gue males banget lari-lari kayak gitu. Takutnya kehausan, karena lagi puasa. Tapi lebih baik lari dari pada ditinggalin.
Ini yang bikin gue kesel! HA-RUS JA-LAN KA-KI!!! Huuuhhh … Udah capek, tante gue dan Nauzan lagi semangat, dan Fiona yang jalannya … duuuhhh … nggak kebayang gimana cepatnya! Lebih cocok dibilang lari dari pada jalan. Dan dari semua yang pergi ziarah, cuma gue! Gue seorang yang paaaling lemes!

Tinnn tiiinnn!!!
Terdengar suara klakson sepeda motor dari arah belakang. Gue berbalik dan gue temuin kakak gue yang lagi make sepeda motor.
“ngapain, Kak?” Tanya gue basa-basi.
“tadi, disuruh Papa nganterin kamu biar kamu nggak kecapean!” jawabnya.
Karena jawaban dari kakak gue, gue jadi seneeeng banget! Karena akhirnya gue nggak perlu lagi capek-capek ngikutin tante gue yang jalan kaki. Gue pikir, kenapa nggak manggil taksi biar nggak kecapean? Tapi biarlah, itu urusan tante sama yang lainnya.

Tapi, baru setengah jalan, eeeh, kakak gue malah nyetop deket jembatan.
“kenapa setop, Kak?” Tanya gue.
“jembatannya diperbaikin orang!” ujar kakak gue. Gue bingung. Perasaan, jembatan yang diperbaikin itu jembatannya masih jauh dari sini. Pas gue lihat, ternyata bener! Jembatannya diperbaiki! Tapi tunggu, katanya dibaikin, kok, orang yang lagi baikinnya nggak ada, ya? Terus, kenapa nggak dibikin jembatan darurat? Biar mudah lewatnya. “kita naik getek aja!” usul kakak gue.
Sebelum lanjut, kalian tahu nggak getek itu apaan? Apa? Getek itu semacam perahu yang ditarik menggunakan tali dari satu pulau ke pulau lain.
“oke!” jawab gue seneng. Gue seneng karena jarang-jarang gue bisa naik getek. Nggak kayak temen sekolah lainnya yang terpaksa naik getek karena jembatannya yang sedang diperbaiki.

Kakak gue kelihatan celingak-celinguk lihat ke sungai. Gue pikir, ngapain celingak-celinguk? Geteknya aja udah kelihatan dari sini. Setelah celingak-celinguk, kakak gue naik sepeda motor. Gue ikut naik tanpa mengatakan kalimat apapun. Sepeda motor pun pergi beberapa meter, lalu setop lagi. Dan lagi-lagi kakak gue celingak-celinguk lihat ke sungai. Gue bingung lagi. Udah tahu geteknya di sini adanya cuma satu.
“eh, nggak jadi deh, naik geteknya.” Kata kakak gue lemes. Lemeees banget!
“kenapa?” Tanya gue. Kakak gue diem, dan sekejap, gue baru ingat sesuatu. “oya! Kakak takut naik getek, kan?” Tanya gue yang baru aja ingat kakak gue pernah bilang kalau dia takut naik getek. Duuuh, udah gede masiiih aja takut naik beginian.

Dari sini gue mulai bingung. Kakak gue tiba-tiba aja ngilang entah kemana. Gue merasa kembali lagi menjadi anak kecil walaupun dari segi fisik nggak sedikit pun berubah menjadi anak kecil. Gue berpaling ke arah belakang, dan gue temuin Fiona, Nauzan dan tante gue. Tapi mereka nggak bertiga aja. Ada lima cowok lain. Sepertinya mereka bukan berasal dari Indonesia, tapi Korea! Jika dilihat, penampilan mereka terlihat seperti sebuah boyband dari pada warga biasa.
Salah satu dari Orang Korea yang berambut biru (ya, rambutnya biru hasil dari nyemir) manggil gue supaya mendekat ke sana. Entah mengapa kaki gue serasa ada yang menggerakkin. Padahal niat gue ke sana buat nemuin Fiona, Nauzan, sama tante gue. Tapi arahnya berpindah pada cowok-cowok Korea itu. Yang berambut biru tadi langsung meluk gue. Iiih! Sebenernya gue ogah dipeluk-peluk kayak gituan. Tapi gimana lagi? Badan gue serasa lemah, nggak ada kekuatan. Lalu cowok itu ngegelitikin gue. Gue mau ketawa kencang dan meminta tolong, tapi rasanya suara gue udah hilang, dan yang bisa gue perbuat hanyalah ketawa-ketawa tanpa suara.

“gue mau ini! Gue mau ini! Gue mau ngebeliin cewek gue ini!” hah?! Sepintas terpikir oleh gue, kok, cowok Korea bisa ngomong bahasa Indonesia? Dan … ngapain dia pegang-pegang kaos dalam gue? “gue mau ngebeliin cewek gue ini! Ini rok yang diidam-idamkan cewek gue!” sambungnya.
Hah?! Rok?! Panca indranya kemana, sih? Kaos dalam dibilang rok! Udah tahu gue nggak pake rok!
“cewek loe pasti seneng tuh, kalau loe beliin rok kayak gituan!” ujar temennya yang berambut pirang.
Dengan paksaan, gue melepaskan diri dari pelukan cowok gila itu. Dan sekarang terjadi kejadian yang aneh lagi. Tiba-tiba aja di depan gue ada tiga anak cewek yang gue kenal dan masih dibawah umur gue lagi tidur-tiduran di teriknya panas matahari. Mereka adalah Nausara, Vynna dan Liza. Yang anehnya lagi, mereka bertiga tidur-tidurannya pake bantal! Itu tidur, atau bener-bener tinggal di pinggir jalan?
“eh, Kak Abel! Ayo, Kak istirahat dulu di sini!” ujar Vynna sambil nepuk-nepuk bantal kapuk yang tel*njang (tel*njang ya maksudnya nggak pake sarung).
Entahlah semua kejadian ini terasa ada yang mengendalikan. Seperti seorang Script Writer yang sedang menuliskan kejadian gila ini. Mungkin sekarang dia sedang menuliskan “Abel pun ikut beristirahat bersama tiga anak perempuan itu”. Pantas aja gue tiba-tiba aja mau ikut sama mereka di bulan puasa ini berjemur di teriknya panas matahari tanpa ada rasa haus.

Gue melirik ke arah lima cowok Korea yang gila tadi. Gue kaget! Kenapa? Gimana nggak kaget? Di sini cahaya mataharinya terik banget! Dan di sana terlihat mendung dan sejuk. Di tambah lagi ada kakaknya Fiona yang lagi ngobrol-ngobrol sama lima cowok Korea gila dengan gaya “Chibi-Chibi” gitu.
“Kak, Kak, Kak!” ujar Vynna menyolek bahu gue. Gue berbalik arah pada Vynna. “Kak Abel lihat cowok yang berambut biru itu, kan?” tanyanya. Gue mengangguk. “dia itu bekerja di kantor ayahku, Kantor RisaRira.” Ujarnya.
Kantor RisaRira. Baru kali ini gue dengar ada kantor namanya RisaRira. Gue lirik lagi cowok berambut biru yang meluk-meluk gue tadi. Wajahnya mirip banget sama Guru Doong Ju, dokter hewan yang ada di film My Girlfriend is Gumiho. Miriiip bangeeet! Cuma rambutnya aja yang berbeda. Dia kurang tersenyum. Dari raut wajahnya, dia lebih sering melamun. Sama seperti halnya Guru Doong Ju.

Suasananya seperti fast motion. Cepat banget berlalu. Matahari telah tenggelam. Dan dengan rasa lemas, gue berjalan menuju rumah sendirian.
Malam hari di rumah, gue mandi dan saat sedang make baju, ada kejanggalan yang bikin gue bingung. Seperti ada yang memata-matai gue. Gue lirik ke arah jendela, dan gue lihat ada sebuah bola aneh berwarna biru. Benda itu gue ambil dan gue perhatikan dengan detail. Bola itu mempunyai satu mata yang besar dengan tiga tanda segitiga di atas matanya. Karena gue takut, gue banting tuh bola aneh. Dan saat dibanting, keluar lendir berwarna biru seperti putih telur mentah.
Tiba-tiba aja, ada bola aneh itu lagi. Tapi kali ini ada tiga! Dua buah berwarna biru, dan satu berwarna merah. Dan ciri-cirinya sama dengan bola yang pertama. Mata besar, dan tiga buah tanda segitiga di atas mata mereka. Karena gue takut bakalan semakin parah, akhirnya gue keluar kamar dan memutuskan untuk keluar rumah aja sekalian. Dan … what happened?
Di sini lebih parah dari pada saat gue berada di dalam kamar. Di sini banyak sekali bola-bola aneh tadi. Dan bukan hanya itu! Di sini juga banyak benda aneh seperti selang yang ujungnya mempunyai mata, seperti Tali Penegak Keadilan milik Doraemon yang tugasnya mengikat orang-orang yang berbohong atau nakal. Warnanya pun beragam. Ada kuning, hijau, merah, dan biru. Benda-benda aneh ini membuat teras rumah gue berantakan. Ini aneh! Aneh sekali! Gue nggak pernah ngalamin hal seperti ini. Gue pengin teriak minta tolong. Tapi entahlah, suara gue serasa tercekat di tenggorokan.
Gue lirik ke sekitar dan gue ketemu pulakunya! Pelakunya tiada lain dan tiada bukan adalah lima cowok Korea gila tadi siang! Tapi kali ini mereka berdua saja, yang bertiga lagi gue nggak tahu di mana. Cowok yang mirip Guru Doong Ju itu kali ini nggak lagi serba biru. Kali ini dia berubah menjadi serba kuning. Malah temennya yang mirip Cha Dae Woong, seperti di film yang sama, My Girlfriend is Gumiho, itu yang serba biru. Cowok yang mirip Guru Doong Ju itu melempar bola aneh berwarna biru, dan cowok yang mirip Cha Dae Woong itu melempar bola aneh berwarna merah ke arah gue.

Kali ini gue bangun. Bangun beneran namun masih merasa di alam bawah sadar gue. Dan akhirnya gue tidur lagi.

Gue ambil salah satu bola aneh warna merah. Gue berencana untuk menanyakan pada Vynna tentang hal ini. Gue lari menuju rumah Vynna yang nggak jauh dari rumah gue. Tapi gue tak bisa berlari lagi karena gue dikepung oleh lima cowok Korea gila itu. Dua di depan gue sambil membawa 2 ekor kucing putih bertutul merah dan biru, dan tiga di belakang gue sedang membawa bola-bola aneh berwarna merah, biru, dan kuning.

Waktu itu, gue sebaaal banget! Gue cenggram kuat-kuat bola yang ada di tangan gue dan yang terjadi bukannya pecah, malah terbelah menjadi empat bagian dengan ukuran yang lebih kecil dari sebelumnya yang berukuran seperti bola voli.
Dua cowok yang lagi megang kucing itu langsung melempar dua kucing yang dipegangnya ke arah gue. Karena gue takut, gue tendang tuh kucing sehingga tak bisa bersama lagi, walaupun sebenarnya gue ini pecinta kucing. Gue tahu, pasti salah satu kucing itu betina dan satunya lagi jantan. Jika sel sperma kucing jantan memasuki sel telur sang betina, maka akan terjadi pembuahan yang pastinya akan mengeluarkan bola aneh barusan. Entah apa yang mereka perbuat pada dua ekor kucing yang cantik itu, yang pasti kucing hasil kloning itu akan mengeluarkan telur, bukannya anak.

Semua terjadi dengan saaangat cepat! Gue tak ingat lagi apa yang terjadi setelah gue menendang dua kucing cantik itu. Yang pasti, gue bangun dengan suhu yang panas. Gue ngebayangin lagi tuh mimpi kayak gimana. “kenapa nggak ada yang nolongin gue?” pikir gue. “mungkin waktu di dalam mimpi nggak ada orang lain di sekitar. Hanya gue dan lima cowok Korea gila itu.”

Itu semua terjadi entah karena gangguan Syaitan atau karena teguran dari Tuhan. Tapi, jika gue pikir lebih lanjut, sepertinya ini bukan karena gangguan Syaitan, namun karena teguran Tuhan. Kenapa gue bisa yakin dengan itu? Karena gue ngedapetin mimpi yang Super Duper aneh itu di bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan, pintu Neraka dikunci dan para Jin, Iblis, dan Syaitan dipenjara di dalam Neraka. Itu berarti mimpi aneh ini adalah teguran dari Tuhan. Tuhan menyuruh gue untuk bangun dan nggak molor-molor melulu di atas tempat tidur. Karena sebelum gue molor kelamaan, gue lupa baca do’a.
Astaghfirullahal ‘azhiiim …

Lebaranku Kali Ini

contoh cerpen pengalaman pribadi

Oleh: Uus Wahyudin

Mau Lebaran kali ini rasanya biasa-biasa saja gak seindah masa-masa dulu karena sudah gede, yang seru dan bikin kangen pas ingat lebaran waktu masih kecil dulu kalau 3H blom punya baju baru aku nangis, ngabuburit dari mulai ngejar lanyangan sampai ngadu layangan sampAi lupa waktu magrib, pas udah magrib di cariin ibu isya baru pulang dengan baju kotor. Bakar petasan sampai habis uang 30 ribu belum pulang kalau gak di jewer bapak, panas-panasan sama kampung tetangga, bakar karbit yang pakai lodong bambu, gak berhenti sebelum lodong bambunya pecah terus sudah di beliin di pamer-pamerin sama teman-teman terus di pakai sampai hari H, 3 hari aku pake gak ganti-ganti, kebayang tuh bau nya hehe, untung di beliinnya 2 stel pas Hari H di suruh ganti sama mama.

Senang kalau ngunjungi keluarga jauh meski di suruh bawa rantang yang isinya nasi sama ikan buat ngikutin tradisi tahunan tukeran makanan, habis itu di kasih uang pula sama keluarga, pokonya keluarga jauh di kunjungin apa lagi yang deket ngumpul semua di rumah terus bikin acara rekreasi keluarga ke laut. Sekarang lebaran yang aku rasakan bisa aja di tambah lagi lebaran kali ini gak bisa pulang kampung karena kerjaan jauh lintas pulau apa lagi di kasih libur 3 hari pas hari H sama dua hari sesudahnya, maaf-maafan sama Orangtua cuma lewat telefon buka gak mau pulang bukan gak kangen sama keluarga di kampung mengingat tanggung jawab kerjaan dan ongkos yang relatif gak murah, Kalimantan timur – Jawa barat gak cukup dengan uang sedikit, mending di kumpulin dulu aja nanti habis lebaran insyaalloh aku nyempetin pulang dulu.

Sekian cerpen ku, kali ini hanya membagi cerita sedikit kan namanya juga cerpen (alias cerita pendek hehe) buat semua yang baca terutama yang bikin blog ini, Minal aidzin wal faidzin, Mohon maaf lahir dan batin semoga amal ibadah puasa sebulan kita di terima oleh alloh swt. Amin

Hikmah di Balik Musibah

contoh cerpen pengalaman pribadi

Oleh: Angga Dwi Saputro

Sabtu, 20 Juli 2013 seperti biasanya aku bangun pagi karena akan berangkat bekerja. Tapi hari itu lain dari biasanya, aku lebih bersemangat untuk bangun pagi. Rasanya ingin cepat-cepat sampai di tempat kerja, entah apa yang membuatku bersemangat pagi itu. Setelah bersiap-siap aku segera pamit kepada kedua orang tuaku dan dan seperti biasanya juga orang tuaku selalu mengingatkanku untuk perbanyak membaca sholawat ketika bekerja dan akupun langsung berangkat.

Sesampainya di tempat kerja, aku melihat suasana yang berbeda. Semua orang terlihat bahagia karena selain bulan ramadhan, hari itu juga adalah hari sabtu yang kerjanya hanya setengah hari. Tepat jam 08.00 pintu pabrik dibuka, aku dan teman-teman sesama teknisi langsung memasuki ruangan mesin. Yah, disitu aku menjabat sebagai teknisi mesin dan listrik.

Setelah semua mesin produksi dihidupkan, aku segera naik ke atas mesin untuk membersihkan mesin. Selang 1 jam aku membersihkan mesin, teman teknisi memanggilku. Akupun segera turun dari mesin.
“hei ngga tolong bantu aku memasang pintu ruangan sebelah!” kata temanku.
“eemm, baiklah ayo” kataku.

Setelah semua perkakas yang dibutuhkan sudah diambil, kami segera menuju ruangan sebelah. Tak lama, teman teknisiku yang satunya juga memanggilku dan menyuruhku memasang kabel stop kontak di atas pabrik yang ketinggiannya 9 meter. Entah kenapa hatiku ragu untuk memasang stop kontak itu, tapi aku tidak berani menolak perintahnya, karena selain aku masih karyawan baru, teman teknisiku itu umurnya jauh lebih tua daripada aku sehingga aku bersikap hormat padanya. Dengan hati kurang pas, aku menaiki tangga yang sudah berdiri. Aku teringat pesan ibuku untuk selalu membaca sholawat ketika bekerja. Setelah sampai di atas pabrik, ku perbanyak sholawat sambil tanganku mengupas kabel. Pada waktu aku mau menyambungkan kabel yang bertegangan dengan kabel plus stop kontak, tanganku menyentuh kabel yang bertegangan tersebut dan aku terpental dari tangga sehingga aku jatuh dari ketinggian 9 meter. Saat aku masih melayang di udara, aku hanya bisa berharap semoga ini hanya mimpi. Akhirnya lantai pabrik yang keraspun menyambutku. Tubuhku terhempas ke lantai dengan keras. Aku hanya bisa berteriak ALLAH karena tubuhku tidak bisa digerakkan. Semua karyawan pabrik menghampiri dan menolongku untuk dibawa ke rumah sakit. Ternyata itu bukan mimpi, itu kenyataan.

Singkat cerita, orang tuaku datang ke rumah sakit setelah di kabari salah satu teman teknisiku. Orang tuaku menangis melihat aku terbujur di rumah sakit, terutama ibuku. Aku hanya bisa meneteskan air mata saat ibuku menangis, karena mataku hanya bisa di pejamkan. Dalam hatiku bertanya, dosa apa yang membuatku bisa terjatuh. Tak lama dokter bilang kalau kondisiku tidak apa-apa hanya bagian tulang panggul yang patah dan dapat tersambung kembali karena usiaku masih muda. Alhamdulillah, Allah masih menyayangiku, tubuhku tidak ada yang terluka sedikitpun walaupun jatuh dari ketinggian 9 meter. Aku dirawat di rumah sakit selama 4 hari dengan ditemani orang tua, saudara, dan teman-tamanku. Terimakasih ya Allah.

Pencarian Terkait:

Tags: #cerpen

Contoh Paragraf Induktif
Contoh Paragraf Induktif
Dalam mempelajari bahasa indonesia, salah satu pembelejaran
5 Puisi Bahasa Inggris Terbaik
5 Puisi Bahasa Inggris Terbaik
Salah satu karya sastra yang sering kita
Inilah Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif
Inilah Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif
Kembali ke kategori sastra, kali ini kita
Pengertian dan Contoh Paragraf Argumentasi
Pengertian dan Contoh Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari,

Comments are closed.

Must read×

Top