8 Strategi Biaya Kuliah S-2

Jenjang S-1 telah terlampaui, mungkin beberapa diantara kalian yang berpikir untuk melanjutkan kuliah ke jenjang S-2.  Syukurlah, zaman sekarang sudah semakin terbuka kesempatanmu untuk melanjutkan pendidikanmu itu. Sayang, banyaknya kesempatan ini tidak selalu dibarengi oleh kemampuan finansial pribadi. Biaya pendidikan magister memang rata-rata lebih tinggi dibandingkan S-1. Pelajari strategi di bawah ini untuk memperoleh, menabung, dan mengelola uang demi gelar S-2 yang kamu idam-idamkan itu. Sudah siap?

1. Sebelum menabung, pastikan dulu kapan kamu ingin memulai kuliah S-2

Yes !! akhirnya gue jadi sarjana. Enaknya langsung lanjut S-2 nggak ya?”. Karena pendidikan gak kenal usia, kamu bisa melanjutkan kuliah S-2 kapan saja. Namun fleksibilitas inilah yang sering menjebak kamu untuk menunda-nunda mengambil program magister. “Nanti-nanti aja, deh…” Nanti kapan? Nanti tahu-tahu kamu menikah, punya anak, harus bekerja, dan lebih susah lagi untuk mengambil gelar S-2.

Makanya, kalau udah ada niat mau melanjutkan S-2, tentukan kapan tepatnya. Apakah tahun depan? Tahun depannya lagi? Atau tiga tahun dari sekarang? make up your mind !

Dengan ini, kamu akan bisa memperkirakan jumlah uang yang harus kamu kumpulkan per tahunnya. Sebagai gambaran: biaya rata-rata program magister di Sekolah Pascasarjana UGM adalah Rp. 30.000.000. Jika kamu berencana mengambil S-2 tiga tahun lagi, berarti kamu harus menabung Rp. 10 juta per tahunnya.

2. Minat studi dan lokasi kampus adalah dua hal yang memerlukan pertimbangan matang

Dalam memilih tempat di mana kamu akan mengambil program magister kamu harus memperhatikan kebutuhan dan minat studi yang kamu miliki. Hayo, bagi kamu yang jurusan kuliah S-1 dulu masih dipilihkan orang tua, inilah kesempatan bagimu untuk benar-benar mendalami bidang yang kamu cintai. Tapi kamu juga bisa memperdalam ilmumu dengan mengambil S-2 di bidang yang sama. Buktikan kalau gak ada yang namanya salah jurusan — yang ada hanyalah telat menyadari kalau kamu bisa jago di bidang apapun.

Setelah mengerucutkan pilihan minat studimu, sekarang kamu harus memikirkan di kampus mana studi tersebut akan kamu dalami. Lokasi kampus sangat penting sebagai bahan pertimbanganmu. Jika kamu kuliah di kota yang sama dengan tempatmu sekarang hidup, kamu mungkin masih bisa kuliah sambil bekerja. Sementara kalau kampusmu di luar kota, kemungkinan besar kamu harus merelakan pekerjaanmu. Hitunglah berapa biaya hidup yang kamu perlukan untuk 1,5-2 tahun menempuh S-2. Pastikan kamu juga mengumpulkan uang untuk biaya hidupmu ini.

3. Mulai disiplinkan diri untuk menabung. Ingat, kuliah S-2 itu investasi.

Program magister bisa kita sebut sebagai investasi jangka menengah, karena gelar yang nanti kamu sandang diharapkan bisa membantumu meraih pekerjaan yang lebih baik. Menabung demi pendidikan sama saja seperti mengalokasikan anggaran kebutuhan per bulan. Kamu tinggal memisahkan sejumlah uang untuk ditabung, lalu jangan sentuh tabungan tersebut hingga dananya cukup untuk kuliah S-2. Kalau sampai sekarang kamu belum bisa menabung, berusahalah lebih keras dengan mencoba berbagai siasat menabung.

4. Banyak universitas yang memberlakukan potongan biaya S-2 untuk alumninya. Cari tahu apa kampusmu menawarkan hal yang sama.

 

Waktunya kembali ke kampus lama, tempat di mana kamu meraih gelar sarjana. Cari informasi apakah fakultas/jurusan kamu membuka program magister atau nggak. Jika ada, tanyakan apakah ada pemberian harga khusus (baca: diskon) bagi alumni seperti kamu. Demi menarik peminat, banyak kampus yang menyelenggarakan pendidikan S-2 akan memberlakukan potongan harga khusus bagi alumninya. Jika kampusmu menawarkan hal itu, kenapa tak kamu manfaatkan saja?

5. Jika kamu berprestasi dan bisa mengunci beberapa surat rekomendasi, jangan ragu untuk apply beasiswa S-2

Jika kamu memiliki posisi tawar yang tinggi dan punya potensi, manfaatkan itu untuk mendaftar berbagai program beasiswa yang ada. Selain program beasiswa dari kampusmu, kamu harus mengecek  program beasiswa DIKTI (khusus untuk tenaga pengajar universitas), beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan, dan program khusus Presidential Scholarship.

Mau mencoba kuliah S-2 di luar negeri? Manfaatkan bantuan program Erasmus Mundus dari Uni Eropa, Chevening dari Pemerintah Britania, Fulbright dari Amerika, Australia Awards, Studeren in Netherland, Korean Goverment Scholarship Programme, hingga Monbukagakusho.

Triknya: selain prestasi akademik dan potensi pribadi kamu harus punya komitmen kuat dan rencana yang nyata untuk membangun Indonesia. Kamu bisa membuktikannya dengan sejarah kerjamu, aktivitas ekstrakulikulermu, dan surat rekomendasi dari dosen atau mantan bosmu. Kefasihan berbahasa di tempatmu ingin melanjutkan studi juga sangat menentukan, lho.

6. Hindari biaya yang mahal dengan mendaftar program pascasarjana lebih awal

Sudah menjadi semacam ‘hukum tak tertulis’ bagi kampus-kampus swasta untuk menjaring sebanyak-banyak calon mahasiswa dengan menerapkan sistem pendaftaran bergelombang. Gelombang I biasanya lebih murah daripada Gelombang II, begitu pula seterusnya. Jika syarat dan ketentuan semacam ini berlaku, kenapa gak dimanfaatkan aja? Hemat beberapa juta ‘kan lumayan.

7. Beasiswa bukan satu-satunya jalan untuk S-2 gratis.Research dan teaching assistantship juga bisa meringankan biaya pendidikanmu.

Namun beasiswa bukan satu-satunya jalan masuk untuk mengenyam program magister secara cuma-cuma. Kamu bisa memperoleh jalan masuk dengan ikutan teaching assistantship atau research assistanship di mana tenagamu sebagai asisten dosen atau asisten penelitian akan dibayar dalam bentuk pendidikan magister.

Program assistantship seperti ini umum ditemui di luar negeri, namun juga ada di Indonesia. Cek apakah kampus incaranmu menyediakan program seperti ini. Jangan lupa, kemampuan akademikmu harus cemerlang, ya. Untuk membuat CV-mu makin bersinar, carilah kesempatan mempublikasi paper di jurnal khusus S-1 (yang persaingannya tidak seketat jurnal yang lebih prestisius) atau opini lepas di koran-koran dan media online.

8. Banyak juga mahasiswa S-2 yang biaya kuliahnya dibantu kantor tempatnya bekerja. Apakah kantormu mau mendukungmu seperti itu?

Terakhir, kamu juga bisa mengajukan biaya bantuan pendidikan kepada kantor tempatmu bekerja. Cari tahu dulu apakah perusahaanmu punya tradisi untuk membiayai staf-stafnya kuliah S-2. Cari tahu juga, apakah S-2 yang ditawarkan kantormu itu harus ditempuh di universitas-universitas tertentu, atau apakah kantormu juga punya cukup daya untuk membiayai stafnya kuliah di luar negeri.

Konsultasikan rencanamu ini dengan bosmu dan siapkan proposal penelitian yang sesuai. Jangan lupa, kantormu harus tahu apa manfaatnya untuk mereka dengan menyekolahkan kamu S-2. Jadi, pastikan bahwa minat studi dan penelitian akademik yang kamu pilih akan bisa membuat kantormu lebih berkembang, bisa dari kuantitas penjualan atau kualitas produk dan jasa yang kalian tawarkan.

Pencarian Terkait:

Tags: #kuliah #Magister #S-2

8 Saran Asing Yang Berguna Buat Mahasiswa
8 Saran Asing Yang Berguna Buat Mahasiswa
Masa-masa kuliah sering jadi momen yang sulit dilupakan
Belajar Finansial sejak Dini
Belajar Finansial sejak Dini
Seberapa muda seseorang mesti mulai memahami seluk
Sinopsis : English Vinglish
Sinopsis : English Vinglish
English Vinglish adalah sebuah film yang unik
Jangan Hanya Bertumpu pada Pendidikan Formal
Jangan Hanya Bertumpu pada Pendidikan Formal
Jutaan anak usia sekolah yang belum bersekolah

Leave a reply "8 Strategi Biaya Kuliah S-2"

Must read×

Top