Tunjukkan Bakatmu melalui IARC (Industrial Automation and Robotic Competition)

IARC (Industrial Automation and Robotic Competition) adalah kompetisi yang diadakan oleh Institut Teknologi Surabaya (ITS). Kompetisi tersebut melombakan banyak cabang, yaitu PLC Progamming, Lego NXT, Smart Robotic Car, Line Tracer Mikrocontroller,  Line Tracer Analog, dan Lego LABVIEW. Rincian tiap lomba sebagai berikut.

  1. PLC Proggamming

PLC atau Programmable Logic Controller adalah suatu mikroprosesor yang digunakan untuk otomasi proses industri seperti pengawasan dan pengontrolan mesin di jalur perakitan suatu pabrik. PLC memiliki perangkat masukan dan keluaran yang digunakan untuk berhubungan dengan perangkat luar seperti sensor, relai, contactor dan lain-lain. Bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengoperasikan PLC berbeda dengan bahasa pemrograman biasa. Bahasa yang digunakan adalah Ladder, yang hanya berisi input-proses-output. Disebut Ladder, karena bentuk tampilan bahasa pemrogramannya memang seperti tampilan tangga.

  • Hardware (akan diberitahukan)
    • Software (akan diberitahukan)

 

Peserta :
1. PTN / PTS sederajat seluruh Indonesia
2. SMA / SMK sederajat seluruh Indonesia
3. Setiap tim terdiri dari 2 orang dan berasal dari institusi yang sama
4. Setiap institusi dapat mengirimkan lebih dari satu tim

 

  1. LEGO Mindstorms NXT

LEGO Mindstorms NXT adalah perangkat robot edukasional keluaran LEGO Perangkat ini tersedia dalam 2 versi, yaitu Retail dan Educational. Untuk membuat program yang berjalan di Mindstorms NXT, tersedia banyak pilihan. LEGO sendiri sudah menyediakan tool NXT-G. Microsoft menyediakan Microsoft Robotics Studio (Robotics Studio cocok untuk aplikasi yang relatif kompleks sebab pemrosesan data dilakukan di komputer). LEGO NXT ini sering juga diperlombakan pada tingkat daerah sampai internasional, pesertanya pun beragam dari tingkat SD, SMP sampai dengan SMA dan sederajat.
Komponen NXT

Macam-macam Sensor :
• NXT BRICK
NXT BRICK adalah sebuah mikrokontrol yang dapat diisikan program, sehingga NXT dapat kita jalankan sesuai keinginan kita. diibaratkan NXT BRICK adalah otak dari robot NXT ini.
• TOUCH SENSOR
Sensor ini bereaksi ketika ada repon yang dikenakan kepadanya. misalnya, tertekan (pressed), ditekan lepas (released), ditekan lepas cepat (bump). Dengan menggunakan sensor ini kita bisa mengarahkan NXT jika sensor ini bersentuhan dengan sesuatu maka akan melakukan suatu aksi.
• LIGHT SENSOR
Sensor ini terdiri dari 2 lampu LED, yg satu sebagai Transmitter cahaya, dan satu lagi sebagai Receiver cahaya. transmitter menghasilkan cahaya dan kemudian memantul pada suatu bidang dan diterima receiver, maka dikatakan dalam mode “ACTIVE”. jika transmitter tidak memancarkan cahaya, maka receiver menerima cahaya dari luar, maka dikatakan dalam mode “PASSIVE”. sensor cahaya merespon terhadapa perubahan intensitas cahaya, biasanya pada warna.
• SOUND SENSOR
Sensor ini bereaksi terhadap perubahan level suara disekitar sensor.
• ULTRASONIC SENSOR
Ada dua buah lubang pada sensor ini, hampir sama dengan LIGHT SENSOR, ada transmitter dan receiver. transmitter memancarkan suara ultrasonic dan jika mengenai benda akan memantul kembali ke receiver. dengan ini jarak antara sensor dan benda bisa diketahui dan dapat ditentukan respon apa pada jarak yang sudah ditentukan.

Peserta :
1. SD, SMP, SMA/SMK sederajat seluruh Indonesia
2. Setiap tim terdiri dari 2 orang dan berasal dari institusi yang sama
3. Setiap institusi dapat mengirimkan lebih dari satu tim

  1. Smart Robotic Car

Pada lomba dengan kategori smart car ini menggunakan suatu robot yang berbasis line tracer mikro, pada bagian depan robot ditambahkan suatu sensor yang berfungsi untuk mengidentifikasi titik api, serta ditambahkan alat pemadam apinya.

 

Spesifikasi Robot
1. Dimensi robot maksimum : panjang : 20 cm ; lebar : 20 cm; tinggi : 20 cm.
2. Lengan robot tidak boleh melebihi 5 Cm dari body robot
3. Robot tidak boleh menggunakan kit pabrikan.
4. Untuk mendeteksi lintasan, Robot diwajibkan menggunakan sensor optic (photodiode atau phototransistor, dll)
5. Robot tidak boleh merusak permukaan lintasan.
6. Robot bebas dari unsur eksplosif seperti bensin, butane, helium, dll.
7. Robot berjalan secara otomatis tanpa bantuan operator.
8. Robot membawa sumber energi sendiri.
9. Robot menggunakan baterai maksimal 12 volt. Panitia hanya memberikan toleransi 10% dari batas maksimal yang ditentukan. Yaitu sekitar 1,2 volt. Jika ditotal keseluruhan, sumber tegangan yang boleh digunakan tidak melebihi dari 13,2 volt.
10. Nama tim atau robot tidak diperbolehkan mengandung unsur penghinaan, pelecehan, atau yang dapat menyinggung perasaan orang lain.
11. Bila antar peserta mempunyai nama tim atau robot yang sama, maka tim yang diperbolehkan menggunakan nama tersebut adalah tim yang telah menyelesaikan administrasinya terlebih dahulu.
12. Peserta hanya diperbolehkan menggunakan satu robot selama seluruh pertandingan.
13. Apabila poin diatas dilanggar akan dikenakan sanksi yang telah ditentukan panitia.

 

Peserta :
1. PTN / PTS seluruh Indonesia
2. Setiap tim terdiri dari 3 orang dan berasal dari institusi yang sama
3. Setiap institusi dapat mengirimkan lebih dari satu tim

 

  1. Line Tracer

Line Tracer merupakan robot yang dapat mengikuti garis yang didukung oleh rangkaian komponen elektronika yang dilengkapi dengan roda dan gerakan oleh motor. Pengendalian kecepatan sangat bergantung pada batas putaran dan pergesekan antara ban robot dengan lantainya. Robot tersebut dirancang untuk bernavigasi dan bergerak secara otomatis mengikuti sebuah alur garis yang dibuat. Untuk membaca garis, robot dilengkapi dengan sensor optik yang diletakkan diujung robot tersebut, kemudian akan diproses oleh microcontoller dan akan mempengaruhi kecepatan,arah, dan pergerakan robot.Kecerdasan algoritma yang diprogram ke microcontroller berpengaruh besar dalam robot.

 

Spesifikasi Robot
1. Dimensi robot maksimum :
• Panjang: 20 cm
• Lebar: 20 cm
• Tinggi: 20 cm , diukur dari permukaan tanah
2. Robot tidak boleh merusak lintasan
3. Robot berjalan sendiri, tanpa bantuan operator
4. Hanya  boleh  mempertandingkan  1  robot  dalam  perlombaan  (  tidak  ada  line  follower cadangan )
5. Peserta membawa baterai sendiri
6. Baterai yang digunakan maksimal 12 volt dengan toleransi 10% dari batas maksimal
7. Robot harus buatan sendiri, tidak boleh menggunakan kit PABRIKAN
8. Jenis Mikrokontroler yang digunakan bebas
9. Jumlah sensor yang digunakan bebas
10. Apabila poin diatas dilanggar maka akan dikenakan sanksi

Peserta :
1. PTN / PTS seluruh Indonesia dan SMA/SMK sederajat seluruh Indonesia
2. Setiap tim terdiri dari 3 orang dan berasal dari institusi yang sama
3. Setiap institusi dapat mengirimkan lebih dari satu tim

 

  1. Line Tracer Analog

Line Tracer Analog merupakan robot rakitan yang dalam proses pembuatannya tidak menggunakan bahasa pemprograman atau mikrokontroller. Tetapi menggunakan sensor berupa photo dioda, komparator, dan driver motor. Line tracer robot itu sendiri adalah robot yang mampu bergerak mengikuti garis secara otomatis.

Spesifikasi Robot
1. Dimensi robot maksimum : panjang : 20 cm ; lebar : 20 cm; tinggi : 20 cm.
2. Robot tidak boleh menggunakan kit pabrikan.
3. Untuk mendeteksi lintasan, Robot diwajibkan menggunakan sensor optic (photodiode atau phototransistor, dll)
4. Robot tidak boleh merusak permukaan lintasan.
5. Robot bebas dari unsur eksplosif seperti bensin, butane, helium, dll.
6. Robot berjalan secara otomatis tanpa bantuan operator.
7. Robot membawa sumber energi sendiri.
8. Robot menggunakan baterai maksimal 12 volt. Panitia hanya memberikan toleransi 10% dari batas maksimal yang ditentukan. Yaitu sekitar 1,2 volt. Jika ditotal keseluruhan, sumber tegangan yang boleh digunakan tidak melebihi dari 13,2 volt.
9. Nama tim atau robot tidak diperbolehkan mengandung unsur penghinaan, pelecehan, atau yang dapat menyinggung perasaan orang lain.
10. Bila antar peserta mempunyai nama tim atau robot yang sama, maka tim yang diperbolehkan menggunakan nama tersebut adalah tim yang telah menyelesaikan administrasinya terlebih dahulu.
11. Peserta hanya diperbolehkan menggunakan satu robot selama seluruh pertandingan.
12. Apabila poin diatas dilanggar akan dikenakan sanksi yang telah ditentukan panitia.

Peserta :
1. SMP sederajat seluruh Indonesia dan SMA/SMK sederajat seluruh Indonesia
2. Setiap tim terdiri dari 2 orang dan berasal dari institusi yang sama
3. Setiap institusi dapat mengirimkan lebih dari satu tim

 

  1. LEGO LabVIEW

LEGO LabVIEW merupakan perlombaan robot LEGO yang menggunakan software LabVIEW. Pada dasarnya, pemrograman ini hampir sama dengan LEGO NXT, yang membedakan antara keduanya hanya software yang digunakan. LabVIEW (Laboratory Visual Instrumentation Engineering Workbench) sendiri merupakan suatu perangkat lunak komputer dan visualisasi data dalam bidang akuisisi data, kendali instrumentasi serta automasi industri. Dalam lomba LEGO LabVIEW ini, pemrograman Lego NXT Brick dengan menggunakan software LabVIEW. Jenis robot yang diprogram bukan robot mobile melainkan miniatur dari production line.

 

Peserta :
1. PTN / PTS seluruh Indonesia
2. Setiap tim terdiri dari 3 orang dan berasal dari institusi yang sama
3. Setiap institusi dapat mengirimkan lebih dari satu tim

 

Informasi Selanjutnya: http://iarc.ee.its.ac.id/

 

Pencarian Terkait:

Tags: #its #Lomba 2015 #Lomba Robotic #maret 2015 #Perguruan Tinggi #Robotic Competition #SD #SMA #SMK #SMP

Lomba Penulisan Artikel dan Feature Bidang Pendidikan dan Kebudayaan 2015
Lomba Penulisan Artikel dan Feature Bidang Pendidikan dan Kebudayaan 2015
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)
Lomba Menulis Surat Remaja 2015
Lomba Menulis Surat Remaja 2015
Kemendikbud — Pemerintah terus berupaya mendukung peningkatan
Lomba Fotografi Pelajar 2015
Lomba Fotografi Pelajar 2015
TEMA: Bahagia itu Sederhana PeriodeLomba: 14 Februari
Pekan Teknik Kimia 20th Universitas Riau call For LKTI
Pekan Teknik Kimia 20th Universitas Riau call For LKTI
Untuk memperingati ulang tahun yang ke-20, HIMATEKI

Leave a reply "Tunjukkan Bakatmu melalui IARC (Industrial Automation and Robotic Competition)"

Must read×

Top