PTN Telah Tentukan Kuota Masing-masing Sekolah

Demi lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) banyak SMA/SMK sengaja mendongkrak nilai siswanya dengan membuat nilai raport abal-abal alias rekayasa. Cara itu tidak ada gunanya karena kalangan PTN sudah tahu siasat itu.

Rektor ITS Tri Yogi Yuwono mengatakan langkah SMA yang membuat raport abal-abal itu akan sia-sia, karena pihaknya tidak akan membandingkan raport siswa dari SMA satu dengan SMA lainnya.

ITS hanya akan membandingkan nilai siswa dalam satu sekolah. “Dan dalam satu sekolah tidak mungkin nilainya 100 semua. Pasti ada yang sangat bagus, bagus, dan biasa,” kata Tri Yogi saat ditemui di sela musyawarah kerja Forum Rektor Jatim di kampus Universitas Negeri Surabaya.

Dia memaparkan dalam penilaian SNMPTN pihaknya lebih dulu akan menilai masing-masing sekolah. Parameter penilaiannya dilihat dari nilai alumni SMA itu yang kuliah di ITS, akreditasi sekolah, serta prestasi-prestasi sekolah.

Dari parameter ini akan diranking nilai masing-masing sekolah untuk menentukan kuota siswa di sekolah itu yang bisa masuk ke ITS.

Selanjutnya, pihaknya baru melihat nilai siswa dari prestasi akademik yang terkait dengan nilai raportnya. Nilai siswa ini selanjutnya diranking.

Siswa yang masuk ranking di dalam kuota sekolah, maka dialah yang akan masuk ITS.

Sumber: Surya

Pencarian Terkait:

Tags: #ptn #snmptn

Inilah Penentu Kelulusan SNMPTN 2016
Inilah Penentu Kelulusan SNMPTN 2016
Meski masih memasuki proses pendaftaran, para siswa
Praktik baik dalam Pelaksanaan MOS / OSPEK di SMPN 12 Jakarta
Praktik baik dalam Pelaksanaan MOS / OSPEK di SMPN 12 Jakarta
Senin 27 Juli 2015 Merupakan hari pertama
Pemerintah Berencana Tingkatkan Daya Tampung Sekolah
Pemerintah Berencana Tingkatkan Daya Tampung Sekolah
Pemerintah berencana meningkatkan daya tampung sekolah secara

Leave a reply "PTN Telah Tentukan Kuota Masing-masing Sekolah"

Must read×

Top