Inilah Penjelasan Lengkap Metagenesis Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku-pakuan bukanlah jenis tanaman yang asing bagi sebagian besar orang. Terlebih bagi Anda yang biasa bepergian ke alam liar yang masih alami. Nama lain untuk tumbuhan paku adalah pteridophyta. Tumbuhan ini memang kerap hidup di tempat yang lembab sehingga banyak yang mengira jika tumbuhan paku merupakan jenis lumut.

Padahal, sebagai informasi saja, tumbuhan paku-pakuan ini ternyata memiliki level yang jauh lebih tinggi jika Anda bandingkan dengan tanaman lumut. Tumbuhan ini memiliki batang, daun dan juga akar yang lengkap. Jenisnya adalah type tumbuhan sejati. Lalum bagaimanakah metagenesis tumbuhan paku?

Sebelum masuk ke metagenesis tumbuhan paku, Anda perlu tahu bahwa tumbuhan ini biasa hidup dan berkembang di tempat yang lembab. Jadi tidak heran jika paku-pakuan kerap ditemui di dataran tinggi yang cukup dingin seperti di lereng gunung atau tempat yang curah hujannya cukup.

Selain itu, ajaibnya tumbuhan ini juga bisa dengan mudah hidup di tempat lain seperti di dalam air, pada dinding-dinding pohon, diatas permukaan tanah dan juga di bebatuan. Untuk itulah ada beberapa jenis tumbuhan paku yang cukup sering dan bahkan begitu mudah ditemui. Namun, ada klasifikasi tumbuhan paku-pakuan yang ternyata sudah menjadi fosil karena hidupnya sejak jaman purba sekitar 400 juta tahun lalu di bumi ini. Untuk jenis ini tidak mungkin lagi bisa Anda temui karena sudah punah. Anda hanya bisa mempelajarinya dari beberapa sumber yang ada, seperti buku pelajaran, internet atau media cetak lainnya.

Mengenal Metagenesis Tumbuhan Paku

Ada beberapa tahapan dalam proses metagenesis tumbuhan paku yang terjadi pada tanaman ini. Proses metagenesis itu terjadi secara umum melalui beberapa tahapan. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasannya secara narasi untuk memudahkan Anda dalam memahaminya.

  • Tahap I

Pada tahapan ini proses metagenesis tumbuhan paku yang terjadi adalah dimana sporangium yang ada pada bagian daun akan mengeluarkan sesuatu yang bernama spora. Spora ini nantinya akan menjadi matang dengan proses mitosis kemudian setelah itu akan berrubah menjadi protalium atau protallus.

  • Tahap II

Tahapan metagenesis tumbuhan paku yang kedua adalah protalium atau yang dikenal dengan nama lain protalus akan berubah lagi dan berkembang menjadi sebuah alat untuk reproduksi seksual tanaman paku. Alat ini bernama anteridium yang kemudian akan berproses untuk menghasilkan spermatozoid. Kemudian arkegonium akan bertugas untuk menghasilkan sel telur. Dalam tahapan ini, protalium adalah tahapan awal dalam sebuah fase yang bernama fase gametofit di dalam proses metagenesis pada tumbuhan paku-pakuan.

  • Tahap III

Pada tahapan yang ketika, sel telur yang sudah dihasilkan tadi akan bertemu dengan spermatozoid kemudian akan menghasilkan zigot. Kemudian tahapan selanjutnya adalah zigot ini nantinya akan berkembang juga untuk kemudian berkembang lagi menjadi tumbuhan paku dengan usia dewasa. Pada tahapan ini juga proses sporofit akan segera mulai kembali ke tahapan yang pertama.

Beberapa tahapan diatas adalah sebuah proses yang terjadi secara normal atau pun alami pada tumbuhan paku-pakuan. Untuk proses metagenesis yang terjadi pada tumbuhan paku-pakuan yang berjenis heterospora akan mengalami perbedaan pada tahapan spora dan juga protalium yang mereka hasilkan.

Alasannya adalah karena ada sebuah hal yang biasa dikenal dengan istilah makro dan juga mikro pada tumbuhan paku. Dan sebagai informasi yang juga cukup penting pada proses metagenesis tumbuhan paku ini adalah proses ini terdapat bagian reproduksi juga di dalamnya sehingga dalam proses metagenesis ini akan terjadi juga proses lahir untuk anak-anak tumbuhan paku yang baru.

Selain dengan menggunakan spora, ada beberapa jenis pada spesies tumbuhan paku-pakuan yang melakukan proses reproduksi dengan istilah vegetative dengan tahapan langkah di bawah ini:

  • Pada umbi batang seperti marsilea crenata
  • Fragmentasi seperti dryopteris rigida
  • Tunas yang tumbuh pada tepi daun atau kuncup tunas seperti asplenium buldiferum
  • Tunas akar seperti ophioglosum sp
  • Tunas pada ujung daun seperti asplenium pentifidum.

Tumbuhan paku ini memiliki klasifikasi sebanyak 4 buah. Hal itu juga cukup penting untuk diketahui mengingat ada beberapa jenis tumbuhan yang mengalami proses metagenesis tumbuhan paku berbeda antara satu dan yang lainnya.

Tumbuhan Paku Telanjang

Pada jenis tumbuhan paku yang satu ini, tanaman ini ternyata tidak memiliki akar dan juga daun. Hanya saja pada bagian batang tumbuhan paku telanjang ini sudah memiliki cabang-cabang yang terdapat pada bagian ujung batang ini. Pada cabang itu akan ada sporangium dan terletak pada bagian ujungnya. Sporofilnya memiliki satu jenis spora yang juga biasa disebut dengan nama homospora. Untuk contohnya adalah seperti psylotum sp dan juga rhynia major.

Tumbuhan Paku Kawat atau Paku Rambat

Jenis yang satu ini juga mengalami proses metagenesis tumbuhan paku. Untuk kelas yang satu ini tumbuhan ini memiliki bentuk fisik dengan dedaunan yang kecil yang memiliki susunan berbentuk spiral. Kemudian untuk bentuk batangnya seperti bentuk kawat dan untuk sporangium berada pada bagian strobilus dan berkumpul menjadi satu disana. Nantinya akan bermunculan pada bagian ketiak tanaman ini.

Tanaman Paku Sejati

Untuk tumbuhan paku yang satu ini adalah level yang sudah lebih tinggi dari jenis lainnya. Level untuk tumbuhan paku sejati ini sudah tercipta dengan fisik yang lengkap akar, daun dan juga batang. Untuk bagian daunnya, tumbuhan tanaman paku sejati ini memiliki ukuran yang sudah lebih besar. Biasanya daun pada paku sejati ini juga dikenal dengan nama megafil. Untuk bagian batang tanaman ini tumbuhnya bisa ke arah atas maupun keb awah. Pada saat usianya muda, daunnya akan menggulung dan pada bagian permukaan daunnya akan ada bagian yang bernama sorus.

Sphenophyta

Pada tumbuhan paku yang satu ini bentuknya sekilas mirip dengan karakteristik paku ekor kuda. Untuk daunnya akan berbentuk mirip dengan kawat dan langsung otomatis berada dalam satu susunan yang berbentuk menyerupai lingkaran.

Untuk yang belum mengetahui bahwa ada beberapa proses metagenesis tumbuhan paku dalam beberapa jenis tanaman ini.

  • Paku homospora ukuran spora yang dihasilkan oleh paku jenis ini adalah sama. Sporanya tidak bisa dibedakan secara fisik apakah itu jantan atau betina. Nama lain untuk tumbuhan paku jenis ini adalah isospora.
  • Paku heterospora ada spora yang berbeda pada tumbuhan ini yang dikenal dengan nama isospora. Spora jantang pada tanaman ini berukuran jauh lebih kecil dan spora betina akan berukuran yang jauh lebih besar.
  • Paku peralihan untuk yang satu ini jenis kelaminnya juga berbeda satu dengan yang lainnya. Uniknya ukuran spora yang dihasilkan adalah sama.

Itulah proses metagenesis tumbuhan paku yang bisa Anda pelajari. Semoga ulasan ini dapat menjadi referensi yang menarik serta dapat menambah wawasan Anda. Sampai jumpa di artikel menarik bangkudepan yang lain ya !

Pencarian Terkait:

Tags: #alam #belajar #SMA #SMP

Inilah Klasifikasi Tumbuhan Paku yang Perlu Kamu Tahu !
Inilah Klasifikasi Tumbuhan Paku yang Perlu Kamu Tahu !
Ada banyak sekali jenis tumbuhan di dunia
6 Manfaat Tumbuhan Paku yang Wajib Kamu Ketahui
6 Manfaat Tumbuhan Paku yang Wajib Kamu Ketahui
Nama tumbuhan paku mungkin sering Anda dengar.
Inilah Ulasan lengkap Ciri ciri Tumbuhan Paku
Inilah Ulasan lengkap Ciri ciri Tumbuhan Paku
Disini Anda akan mendapatkan informasi mengenai cirri-ciri
Inilah Contoh Contoh Tumbuhan Paku Berdasarkan Jenis Sporanya
Inilah Contoh Contoh Tumbuhan Paku Berdasarkan Jenis Sporanya
Tumbuhan paku memiliki ciri khas yang bisa

Comments are closed.

Must read×

Top